WAMENA – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa terus menggulirkan bantuan kepada pengungsi konflik sosial Wamena. Bantuan dan pelayanan dilakukan di Jayapura sejak Sabtu, (28/9) silam. Sedangkan untuk Wamena, tim berhasil menembus daerah tersebut pada Kamis, (3/10) melalui jalur udara membawa bantuan logistik untuk didistribusikan dan mendirikan Dapur Umum. Demikian penuturan Koordinator Respons DMC Dompet Dhuafa untuk Pengungsi Wamena Eka Suwandi.

Eka katakan sudah ada empat pos pengungsian di Wamena yang menjadi tempat pendistribusian bantuan logistik yakni Kodim 1702 Jayawijaya, Distrik Walesi (Kampung Minuba, Kampung Tulima, dan Kampung Asso Yelipele (pondok pesantren Al Istiqomah)), PAUD Budi Utomo (Gedung Serba Guna LDII), dan Gereja Advent Wamena Kota.

“Di Gereja Advent dan PAUD Budi Utomo tadi kita bagi logistik untuk tambahan lauk pauk. Hari ini sebetulnya seluruh pengungsi sudah diminta kembali ke rumahnya. Tapi di Gereja Advent masih ada yang mengungsi sekitar 20-an orang. Dua keluarga diantaranya adalah korban yang rumahnya terbakar, sehingga mereka tetap mengungsi di gereja karena sudah tidak ada tempat tinggal,” terangnya, Selasa (8/10).

Sementara itu, Dapur Umum Dompet Dhuafa di Kodim 1702 Jayawijaya, Wamena, juga masih berlangsung setiap harinya. Dibantu oleh relawan lokal di Wamena untuk memasak, Dapur Umum menyediakan makanan bagi setidaknya 787 jiwa yang masih mengungsi di pos pengungsian Kodim 1702 Jayawijaya, Wamena. (Ika)