MALUKU – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menembus wilayah terdampak gempa M 6,5 di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk distribusikan bantuan. Dijelaskan Maizar Helmi, Koordinator Respons DMC Dompet Dhuafa untuk Gempa Ambon masyarakat yang mengungsi di daerah ini banyak yang belum terima bantuan sebab akses yang cukup sulit. Pun lokasinya cukup jauh dari pusat kota Ambon.

“Rata-rata pengungsi di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten SBB, ini ada di gunung atau bukit karena kemarin ada isu air naik. Keadaannya serba minim mulai dari MCK, penerangan sampai ke tenda juga masih ada yang satu tenda untuk 12 KK. Untuk hari ini kita distribusikan 220 paket alas tidur,” ujarnya, Kamis (9/10).

Maizar bilang masyarakat yang mengungsi tidak hanya mereka yang rumahnya alami rusak berat, namun juga yang rusak ringan dan yang utuh. Sebagian masyarakat itu memutuskan mengungsi karena khawatir gelombang air laut naik. Untuk sementara, para pengungsi masih mengikuti masa tanggap darurat yang diberlakukan sampai hari ini.

“Jadi yang rumahnya rusak ringan dan yang tidak alami kerusakan bisa kembali. Kalau mereka yang rumahnya rusak berat dan hancur mungkin akan masih mendiami tenda-tenda darurat. InsyaAllah akan dilakukan pendataan rumah rusak berat untuk bisa dibantu pembangunan hunia sementara,” jelas Maizar.

Selain melakukan pendataan terkait kerusakan rumah warga, rencananya pendampingan psikososial akan terus dilakukan Dompet Dhuafa. Hal ini karena banyak warga yang alami kecemasan dilanda gempa yang masih kerap kali terjadi pascagempa besar beberapa waktu lalu. (Ika)