Di salah satu sudut Jalan Samota, Kota Sumbawa, Nusa Tenggara Barat selama dua hari itu anak-anak muda berdiri di pinggir jalan sembari memegang kotak-kotak donasi. Bersama mereka ada truk kopi, sajian musik langsung, dan standing banner bertuliskan “Donasi untuk Masamba, Tiap Donasi Gratis Kopi,”.

Adalah Yudistira Sukma relawan aktif di jaringan relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Komunitas Ayo Tolong, yang berdomisili di Sumbawa menjadi penggagas aksi baik ini. Kegiatan donasi unik ini bukan pertama kali dilakukannya. Sebelumnya Yudis pernah melakukan hal serupa untuk menggalang dana untuk korban bencana alam di Aceh, Jateng, Lombok, dan Palu. Konsepnya sederhana tapi bermakna. Tiap donasi berapapun, donatur akan mendapatkan kopi dan minuman segar lainnya secara gratis.

Berbagai kalangan menyambut hangat kegiatan yang dimulai 20-21 Juli itu, mulai dari pengemudi mobil, motor, hingga pejalan kaki melewati jalan tersebut. Pemilik kedai dan truk kopi Oase Sumbawa yang sudah berdiri sejak tahun 2014 itu mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah salah satu hal yang bisa dilakukannya karena tidak bisa langsung membersamai penyintas-penyintas di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang dilanda banjir bandang.

“Sedih belum punya kesempatan untuk membantu langsung di sana. Jadinya action (berbuat) aja, eh banyak teman yang bantuin. Teman-teman insiatif juga mau sekalian adakan live music supaya lebih menarik,” kata Yudis ketika dihubungi melalui pesan singkat.

Harap Yudis, melalui keberadaan donasi yang dilakukannya masyarakat di Kota Sumbawa bisa lebih mengetahui bencana yang tengah terjadi di wilayah Masamba. Sehingga bisa terbangun keasadaran untuk ikut meringankan beban para penyintas di sana. Jika ia mengistilahkan maka itu seolah satu tubuh, bila yang satu sakit maka yang lainnya pun ikut merasakan sakit juga.

Lebih jauh, Yudis bilang hasil donasi yang berhasil dikumpulkan melalui kegiatan donasi tersebut nantinya akan disalurkan melalui Dompet Dhuafa sebab ia percaya Dompet Dhuafa bisa mengelolanya dengan tepat.

“Percaya sama Dompet Dhuafa, profesional pengelolaan dan pemanfaatannya untuk para penyintas di Masamba,” sebutnya.

Di tengah pandemi seperti sekarang, selama penyelenggaraan program donasi tersebut ia dan teman-temannya berupaya sebisa mungkin tetap mengikuti protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker serta membagikan masker buat para penderma yang belum menggunakan masker. (Ika)