BEKASI – Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawab Barat, sudah dilanda kekeringan sejak tiga bulan lalu. Akibatnya warga kesulitan mendapatkan air bersih dan lahan persawahan yang menjadi tandus sehingga tidak bisa dikelola sama sekali.

Salah seorang warga di Dusun IV Desa Pantai Harapan Jaya, Adidah (36) menuturkan,banyak warga yang memanfaatkan air Sungai Ciherang untuk kebutuhan sehari-hari. Namun sejak kekeringan melanda air sungai menjadi kekuningan dan menjadi asin. Maka dari itu, Adidah dan beberapa warga lain dari Dusun 4 memanfaatkan sumur air bersih yang didirikan oleh DMC Dompet Dhuafa sejak tiga tahun silam.

Lebih jauh Adidah sampaikan bencana kekeringan membuat warga membeli air galon untuk keperluan memasak dan minum. Dalam satu hari, warga bisa membeli 2-4 galon tergantung kebutuhan. Tentunya ini memberatkan bagi warga dengan pendapatan minim. Selain itu, banyak warga yang sehari-harinya berprofesi sebagai buruh tani merantau ke Jakarta untuk menjadi buruh bangunan.

“Saya berterima kasih sekali dengan keberadaan sumur ini. Untuk bagi warga yang ekonominya pas-pasan, yang tidak mampu menggali sumur, bisa memanfaatkan sumur ini secara gratis untuk menyuci dan mandi sangat membantu sekali,” ungkapnya.

Ahmad Baikhaki, koordinator program Kawasan Tanggap Bencana (KTB) DMC Dompet Dhuafa menuturkan, sumur air bersih yang dibangun bersama warga sekitar dapat menampung air hingga 2.200 liter. Pembangunan sumur air bersih ini merupakan bentuk upaya meminimalisir risiko bencana kekeringan yang kerap melanda desa. Setiap harinya saat musim paceklik, warga yang memanfaatkan sumur ini berjumlah puluhan yang kebanyakan berasal dari Dusun IV Desa Pantai Harapan Jaya. Selain membuat sumur, DMC Dompet Dhuafa juga telah memberikan bantuan berupa kapal berkapasitas delapan orang untuk warga desa.

“Kita juga sudah memiliki upaya-upaya awal untuk menyusun kebijakan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di tingkat desa. Sebab desa ini merupakan daerah langganan banjir tiap tahun,” terang Baikhaki, Selasa (23/07/2019).

Pascabencana banjir tahun 2016 berakhir, DMC Dompet Dhuafa melalui program KTB mengadakan pelatihan dasar kajian risiko bencana bersama masyarakat desa. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, melibatkan sekitar 30 orang yang terdiri dari unsur pemerintahan desa dan masyarakat biasa.

Setelah pelatihan, masyarakat desa mulai mengerti bahwa sebagian warganya, telah melakukan upaya-upaya awal untuk mengurangi risiko dampak banjir dengan memiliki bale minimal 2 buah pada setiap rumah. Ini dilakukan agar saat volume air meningkat, warga dapat menyelamatkan peralatan-peralatan rumah tanggaya. Selain itu, imbauan dari pemerintah desa terkait pentingnya warga Desa Pantai Harapan Jaya menerapkan kalender musim saat bercocok tanam. Ini dimaksudkan untuk menghindari gagal panen akibat banjir.

“Selain membuat sumur untuk kebutuhan air bersih, DMC Dompet Dhuafa juga telah memberikan bantuan berupa perahu bermesin berkapasitas delapan orang untuk warga desa saat membantu bencana banjir tahun 2016 silam,” tutupnya. (Ika)