HALMAHERA SELATAN – Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, merupakan salah satu desa dengan dampak terparah akibat gempa Halmahera Selatan yang terjadi 14 Juli 2019 lalu.

Sekitar delapan puluh persen rumah penduduk mengalami kerusakan dan membuat mereka harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Seperti pengungsian pada umumnya, fasilitas umum yang ada sangat terbatas.

“Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang fokus mendampingi penyintas di Gane Luar berusaha membantu para korban dengan membangun MCK dan mushola darurat,” demikian dikatakan Erwandi Saputra Koordinator Lapangan Respon DMC Dompet Dhuafa untuk Gempa Halmahera Selatan.

Salah seorang warga korban gempa yang kini bermukim di Pos Pengungsian Gunung Lopong, Desa Gane Luar, Bakri (46) menyambut gembira kehadiran para relawan Dompet Dhuafa dan program-program yang dilaksanakan.
“Apalagi dibangun MCK semipermanen seperti itu, kita berterima kasih sekali. Sejak tinggal di sini sulit kalau ingin buang air harus ke bawah dulu, ke pantai. Dengan adanya fasilitas inikan kita jadi mendapat banyak kemudahan kalau ingin ke kamar mandi,” ucapnya. Bakri mengaku semua anggota keluarganya telah memanfaatkan fasilitas ini.

Terpisah, Dewi (40) warga pengungsi di Jalan Poros juga mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Dompet Dhuafa atas dibangunnya mushola darurat. Kini warga pengungsian bisa mendengar lagi azan saat waktu shalat tiba. Pun warga bisa kembali melaksanakan shalat berjamaah bersama.

Untuk diketahui, Dompet Dhuafa telah melakukan pendampingan pada masyarakat korban gempa Halmahera Selatan tiga hari pascagempa terjadi. Selain membangun MCK dan mushola, Dompet Dhuafa telah melakukan pembersihan material reruntuhan rumah warga, pos hangat, memberikan bantuan logistik dan perlengkapan, serta pendampingan psikososial saat dan pascatanggap darurat dicabut. (Ika)