Aksi Tim SAR DMC Bantu Pencarian Korban Tenggelam di Masa Pandemi  

Jakarta—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengerahkan tim SAR untuk bantu pencarian korban tenggelam di Kali Banjir Kanal Barat, Kel. Jembatan Besi , Kec.Tambora , Jakarta Barat , Prov.DKI Jakarta (29/8/2021).

Mengetahui kabar tersebut, dengan tetap menaati protokol kesehatan tim SAR DMC Dompet Dhuafa langsung menurunkan tim untuk segera bergabung bersama tim SAR gabungan di lokasi Kali Banjir Kanal Barat.

“Tim selalu menaati protokol kesehatan sebagai bagian dari SOP ketika melakukan aksi respon. Ditambah dengan bantuan jaringan relawan kami, kami bisa langsung sigap merespon,”terang Ahmad Riyadi selaku Manager Emergency Response DMC Dompet Dhuafa.

Pencarian dilakukan selama dua (2) hari telah membuahkan hasil. Pada pukul 12.00 WIB tim SAR gabungan berhasil menemukan korban di lokasi 50 meter dari titik terakhir korban jatuh (30/8/2021).

Diketahui korban bernama Solihin lelaki berusia 20 tahun pada 29 Agustus 2021 pukul 04.00 WIB sedang berada di dekat Mall Seasons City. Kemudian pada saat yang sama terjadi tawuran di depan Mall Seasons City. Korban yang sedang duduk di warung pinggir tanggul, panik kemudian berlari dan tercebur di Kali Banjir Kanal Barat.

“Alhamdulillah relawan-relawan DMC selalu sigap melakukan respon. Meski mereka semua terdiri dari umur dan berbagai profesi yang berbeda-beda. Namun semangat mereka membantu masih tinggi,”pungkas Adhe Indra Saputra selaku Tim SAR DMC Dompet Dhuafa.

Adapun tim SAR gabungan yang turut serta bantu pencarian ialah: Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta; BPBD DKI Jakarta;  Sudin Damkar Jakarta Barat; Koramil 03 Tambora; Polsek Tambora; Baznas(Bazis) Dki Jakarta; UPK Badan Air; Tagana Jakarta Barat; Disaster Tambora; IEA Jakarta; Medical Rescue; Satgasus Brigade 08; Cat Rescue; Ranita UIN; RIT; DMC Dompet Dhuafa; KCR; Bagi Indonesia; PPSU Kapuk; SAR MTA; Response Team; Squad PBI; UAR; Shabawana; Baznas RI; Makopala UBL; Vanaprastha; Laznas BSM; Imapala Uhamka; dan Keluarga Korban.