Aplikasi yang Wajib Dimiliki Relawan Kebencanaan

Indonesia termasuk dalam negara yang rawan akan bencana alam. Mengingat letak geografis Indonesia yang berada di antara samudera besar dan berada di wilayah lempeng tektonik atau disebut wilayah cincin api (ring of fire).

Indonesia juga merupakan puncak dari lingkaran api magma yang menjajar dari Indonesia sampai Jepang dan menyambung dari Alaska melalui bagian barat AS. Artinya gempa bumi yang berujung pada tsunami rawan terjadi di Indonesia.

Terlebih memasuki awal 2021, bencana alam kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia, sebut saja banjir melanda Provinsi Kalimantan Selatan pada 10 Januari lalu. Kemudian pada 14 Januari, Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat diguncang gempa bumi dengan besaran 6,2 magnitudo. Lalu pada 16 Januari di Jawa Timur terjadi erupsi Gunung Semeru. Terakhir Indonesia yang masih juga berjuang melawan wabah Covid-19.

Mengetahui kenyataan di atas diperlukan bantuan dari berbagai pihak untuk mampu mengatasi masalah-masalah di atas, baik dari segi pra-kebencanaan (mitigasi), bencana, dan pasca-kebencanaan (pemulihan). Salah satunya ialah masing-masing individu, baik relawan maupun masyarakat umum, dibekali dengan akses informasi yang menyangkut kebencanaan secara mudah. Berikut beberapa aplikasi yang bisa diunduh dan bermanfaat untuk menghadapi bencana:

First Aid

Aplikasi besutan Palang Merah Indonesia (PMI) ini berisikan fitur-fitur tentang pertolongan pertama. Adapun fitur pertolongan yang dihadirkan ialah penanganan alergi, serangan asma, pendarahan, patah tulang, serangan panik, tidak sadarkan diri, hingga luka bakar.

Selain itu aplikasi ini menyajikan informasi seputar informasi dalam menghadapi bencana alam, lengkap dengan peralatan yang seperlunya disiapkan. Dan dengan penambahan fitur soal interaktif tentang pertolongan pertama.

Info BMKG

Aplikasi yang dirilis resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ini memuat fitur-fitur informasi tentang cuaca, titik gempa terbaru, cuaca maritim, kualitas udara, cuaca karhutla, dan cuaca penerbangan di Indonesia.

Tidak hanya sampai situ, aplikasi ini juga memuat fitur notifikasi tentang kejadian bencana alam terbaru lengkap dengan siaran resmi berita dari BMKG.

inaRISK Personal

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meluncurkan inaRISK, yang merupakan portal hasil kajian risiko yang menggunakan arcgis server sebagai data services yang menggambarkan cakupan wilayah ancaman bencana, populasi terdampak, potensi kerugian fisik (Rp.), potensi kerugian ekonomi (Rp.) dan potensi kerusakan lingkungan (ha) dan terintegrasi dengan realisasi pelaksanaan kegiatan pengurangan risiko bencana sebagai tool monitoring penurunan indeks risiko bencana.

Namun untuk mempermudah masyarakat mengakses laman ini, kemudian BNPB merilis inaRISK Personal, yang bisa diunduh di telepon genggam masing-masing.

Beberapa fitur memiliki kesamaan dengan Info BMKG, namun khusus inaRISK Personal dilengkapi dengan tampilan potensi bencana di wilayah pengguna bertempat dan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan agar terhindar dari bencana tersebut.

MAGMA Indonesia

MAGMA Indonesia adalah aplikasi yang menyajikan informasi dan rekomendasi secara quasi real-time mengenai kebencanaan geologi di Indonesia termasuk di antaranya Gunungapi, Gerakan Tanah, Gempa Bumi, dan Tsunami. Aplikasi ini dikembangkan secara mandiri oleh Tim Developer PNS di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM.

Adapun fitur yang disajikan berupa informasi Aktivitas Gunungapi (Volcanic Activity Report/VAR), Letusan/Abu Vulkanik untuk Penerbangan (Volcano Observatory Notice for Aviation/VONA), Tanggapan Gempabumi/Tsunami (Response On earthQuake/ROQ), Gerakan Tanah/Longsor (mitigaSI GERakan TANah/SIGERTAN), siaran resmi tentang kebencanaan geologi, lapor bencana, dan unduh peta kawasan rawan bencana.

AirVisual

Tahun 2019, lalu Indonesia sempat diramaikan oleh hasil temuan dari aplikasi AirVisual milik perusahan teknologi yang berpusat pada informasi kualitas udara. Temuan tersebut mengakatan Jakarta merupakan wilayah polusi tertinggi di dunia.

Pada laman resmi AirVIsual, dikatakan pola dan sumber data yang digunakan berasal dari beberapa sumber, antara lain stasiun pemantauan berbasis darat, yang umumnya merupakan stasiun pemantauan milik pemerintah atau stasiun pemantauan udara Pro AirVisual yang berbasis komunitas. Kemudian diolah dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Di Indonesia, beberapa stasiun yang menjadi sumber data AirVisual berlokasi di Jakarta, Ubud, Pekanbaru, Palembang, Samarinda dan lain-lain. Terkhusus Jakarta, stasiun-stasiun itu bertempat antara lain di Kedutaan Amerika Serikat, Pejaten, BSD, Rawamangun, Mangga Dua dan Pegadungan.

AirVisual juga memiliki versi telepon genggam, sehingga setiap orang bisa memantau kualitas udara dari masing-masing telepon genggamnya dan mengikuti langkah-langkah untuk menjaga kesehatan dari polusi udara sekitar.  Sehingga kesehatan paru-paru tetap prima meski sedang melakukan respon kebencanaan.

PeduliLindungi

Terakhir ialah aplikasi PeduliLindungi yang berpusat pada penanganan bencana wabah Covid-19. Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.



Pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi Covid-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan