Banjir Bandang Hanyutkan Mushalla, Jembatan, dan 16 Rumah Desa Alat Hantakan

KALIMANTAN SELATAN — Hujan lebat disertai angin dan air bah yang melanda Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah (HST) pada Rabu (13/1/2021) malam, menyebabkan duka merata bagi seluruh warga penduduk desa. Bagaimana tidak, seluruh rumah di desa tersebut mengalami banjir, bahkan sebagian besar dihantam oleh air bah dari hulu yang membawa bongkahan-bongkahan kayu besar dari hutan. Tidak hanya itu, sebagian rumah pun hanyut hilang ikut terbawa oleh derasnya air sungai.

Di RT 02 Desa Alat, banjir bandang yang menerjang pemukiman warga menghanyutkan langgar (musholla) Noor Hidayah dan 9 rumah warga yang berada dekat dengan pinggiran sungai. Selain itu, jembatan penghubung warga RT 02 dan RT 03 juga turut hanyut diterjang derasnya air. Akibarnya, seluruh warga RT 02 yaitu sebanyak 110 KK harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dengan mendirikan tenda-tenda darurat.

Beberapa hari kemudian setelah kejadian, saat air sudah mulai tenang dan surut, warga mulai menuju rumahnya masing-masing untuk mencari dan menyelamatkan barang-barang yang tersisa. Beberapa warga lainnya membangun jembatan darurat yang dibuat dari rakitan bambu-bambu untuk kembali menghubungkan antara warga RT 02 dan RT 03.

“Langgar ini adalah satu-satunya yang dimiliki warga RT 02, dan sudah sangat lama ada sejak saya kecil. Kalau masjid adanya di RT 03, itu harus nyeberang dulu ke sana. Dulu pada tahun 2013 sempat ada banjir deras juga dan langgar Noor Hidayah kena dampak. Tapi masih bisa direnovasi. Sekarang langgarnya sudah hanyut di Sungai Alat,” cerita Muhammad Yani, ketua RT 02 Desa Alat, Hantakan, HST, pada Selasa (26/1/2021).

Tak cukup sampai disiitu, kejadian serupa juga muncul di pemukiman warga RT 03 Desa Alat. Banjir bandang juga merenggut 7 rumah dan merusak 18 rumah dari total 78 rumah. Warga pun bergotong-royong membangun tenda-tenda darurat untuk bertahan dengan membuat dapur bersama sembari menunggu bantuan-bantuan datang.

“Di RT 03 ini ada 85 KK dengan 256 jiwa. Rumahnya sekitar ada 78 rumah, lebih sedikit dari jumlah KK karena satu rumah ada yang lebih dari satu KK. Sebagian rumah memang ada yang di dekat dengan sungai. Ada 7 rumah yang hilang terbawa air bandang di sungai,” tambah Sahlan, Ketua RT 03 Desa Alat di hari yang sama, Selasa (26/1/2021).

Kini kondisi warga Desa Alat pun cukup memperihatinkan. Hingga hari ke-12 setelah kejadian, yaitu pada Selasa (26/1/2021), warga-warga yang rumahnya hancur dan hanyut masih belum tahu apa yang akan mereka lakukan. Yang bisa mereka lakukan hanyalah berusah bertahan di bawah terpal-terpal dengan logistik yang ada. Bahkan air bersih pun mereka sangat kesulitan mendapatkannya. Begitupun untuk buang air. Belum ada WC/toilet yang tersedia. Untuk buang air, mereka membuat sebuah bilik kecil di atas air sungai dengan mengandalkan air keruh yang mengalir di sana. (Dompet Dhuafa / Muthohar)