Benarkah Fogging Efektif Membasmi Nyamuk? Cek Faktanya di sini!

Kawan sigap, pernahkah kamu mendengar kata Fogging? Fogging merupakan sebuah teknik pengasapan yang dilakukan menggunakan bahan insektisida dalam upaya membunuh nyamuk dewasa penyebab demam berdarah dengue. Aktivitas fogging ini sering dilakukan dibeberapa wilayah di Indonesia. Namun apakah fogging aman untuk lingkungan dan kesehatan ? Sebelum khawatir tanpa alasan, mari simak fakta tentang fogging berikut ini :

  1. Penyakit demam berdarah dengue atau DBD masih sering ditemukan di Indonesia. Faktor utama penularan penyakit ini adalah nyamuk spesifik Aedes aegypti, nyamuk yang memiliki siklus hidup yang dapat bertahan di daerah pedesaan maupun perkotaan.
  2. Terdapat berbagai opsi racun kimiawi yang digunakan dalam teknik pengabutan nyamuk. Setidaknya 10 bahan kimia berbeda digunakan di berbagai belahan dunia sebagai insektisida saat fogging, seperti pyrethroid, piperonylbutoxide (PBO), S-Bioalletrin, melathion, dan lain-lain.
    Di Indonesia sendiri, jenis insektisida yang digunakan saat fogging diatur dalam panduan pengendalian vektor yang dikeluarkan oleh Kemenkes. Insektisida yang digunakan untuk pengendalian vektor demam DBD adalah malathion, pirimiphosmethyl, cypermetrin, dan alfacypermetrin. Sedangkan, insektisida yang digunakan untuk mengendalikan larva/jentik nyamuk vektor DBD adalah temephos dan pyriproxyfen.
  3. Pada paparan yang singkat dan tidak sering, fogging tidak memberikan efek negatif pada kesehatan yang serius. Namun, jika terpapar terus-menerus maka dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan dan kulit. Walau bukan metode pencegahan utama, fogging adalah salah satu cara yang masih dinilai efektif untuk membunuh nyamuk Aedes agypti dewasa. Tujuannya adalah untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun.

Syarat agar fogging efektif:

  • Minimal beradius 100 meter (Rumah dalam radius 100 meter berpeluang besar terkena virus DBD. Radius 100 meter adalah ketentuan bila hanya terdapat satu korban. Jika korban lebih dari 3 makan radius bertambah lebih dari 100 meter.)
  • Perhatikan dosis, penyemprotan harus memperhatikan dosis yang tercatat dalam standar operasional. Bila insektisida terlalu sedikit, maka penyemprotan tidak memberikan hasil maksimal dan hanya meninggalkan bau minyak tanah yang mengganggu kenyamanan. Dosis yang tepat juga dikhawatirkan membuat nyamuk resisten insektisida.
  • Awasi arah angin, arah angin seringkali luput dari perhatian. Padahal angin yang akan menyebarkan semprotan insktisida ke seluruh wilayah, dalam radius tertentu. Angin juga yang membawa nyamuk terbang berpindah menghindari pestisida.

Jika penyebarannya meluas, penyakit DBD dapat dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Maka dari itu Disaster Management Center Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang berkhidmat dalam pengelolaan kebencanaan dan kemanusiaan memiliki program layanan Fogging gratis bagi siapa saja yang membutuhkan.

Kegiatan Fogging tersebut tidak dipungut biaya sepeserpun. Masyarakat bisa mengajukan layanan fogging kepada DMC Dompet Dhuafa dengan menghubungi +62811-6116-916 (WA), 021 – 275921 (telp), bisa juga melalui email : dmc@dompetdhuafa.org, atau dengan mengirimkan ajuan berupa surat permintaan langsung ke kantor DMC Dompet Dhuafa yang beralamat di Jl. Menjangan Raya No.130, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten 15212.