Berbagai Tantangan Dihadapi Tim DMC Dompet Dhuafa dalam Ikhtiar Mengevakuasi Korban Banjir Bandang Luwu Utara

LUWUUTARA – Memasuki hari ke sembilan pascabanjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, tim evakuasi Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama segenap potensi SAR lain menghadapi berbagai tantangan selama melakukan proses evakuasi. Pasalnya curah hujan di wilayah tersebut masih tergolong sedang dan material banjir seperti ketebalan lumpur dan bongkahan kayu masih mendiami area-area terdampak. Dikatakan oleh salah satu tim evakuasi DMC Dompet Dhuafa Lukman Azmara bahkan untuk melakukan evakuasi di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, tim gabungan tidak bisa memakai sepatu bot karet karena ketebalan lumpur hingga hampir dua meter.

“Terpaksa tim harus melepas alas kaki untuk bisa melakukan evakuasi. Selain itu jika menemukan korban penggalian dilakukan dengan manual kadang pakai tangan, kadang pakai sekop. Bahkan beberapa ada yang mengalami luka di kaki akibat terkena material kayu yang terbawa bersama lumpur. Walau begitu bersama tim gabungan yang lain, kita tetap berikhtiar mengevakuasi para korban yang masih terjebak,” jelas Lukman pada Rabu (22/7).

Adapun mengenai intensitas hujan yang tergolong sering dengan curah sedang, ia katakan biasanya hujan mulai turun pukul 15.00 WITA dan berlangsung setengah jam hingga larut malam. Jika hujan turun tim gabungan akan menyudahi pencarian di daerah terdampak sebagai antisipasi banjir kembali terjadi.

Sementara itu, beberapa hari terakhir tim evakuasi DMC Dompet Dhuafa lebih sering diterjunkan ke Kecamatan Masamba. Di wilayah ini, dikatakan Lukman, kondisi material banjir seperti lumpur dan kayu yang mengendap tidak separah di Desa Radda. Proses pencarian tim di Kecamatan Masamba difokuskan dengan menyisir sungai menggunakan perahu karet dilakukan dengan serba terbatas karena material gelondongan kayu yang bisa merusak perahu jika terkena.

“Kemudian info saat briefing kemarin rencananya hari ini evakuasi akan disudahi. Sebelumnya evakuasi akan diakhiri tiga hari lalu namun karena di hari tersebut ada korban yang ditemukan maka hal itu urung dilaksanakan. Setelah menambah hari pencarian korban, hingga hari ini belum ada korban lagi yang bisa ditemukan,” papar Lukman.

Sementara itu, dilansir dari Kompas hingga Senin (20/07/2020) pagi, tim gabungan telah menemukan jenazah korban sebanyak 38 orang. Sementara itu jumlah korban yang belum ditemukan sesuai laporan warga atas kehilangan keluarganya mencapai 11 orang. (Ika)