DMC Dompet Dhuafa Siap Suplai Logistik Pengungsi Wamena

JAYAPURA – Sebagai lembaga kemanusiaan, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa siap dukung penyediaan logistik bagi pengungsi konflik sosial Wamena. Diterangkan Koordinator Respons DMC untuk Konflik Sosial Wamena Eka Suwandi, DMC Dompet Dhuafa akan menyuplai kebutuhan logistik bagi para pengungsi di Rindam XVII/Cendrawasih, Sentani, Jayapura. Hal ini merupakan hasil koordinasi dengan kepala posko pengungsian pascaasesmen kebutuhan warga terdampak.

“Setelah berkoordinasi dengan kepala posko di Rindam XVII, beliau menyarankan kita untuk mengisi slot bantuan ke pengungsi yang belum ada. Salah satunya untuk suplai logistik setiap pagi untuk para warga pengungsi yang ada di posko,” ujarnya, Selasa (1/10/19).

Ditambahkan Eka suplai ini akan diadakan melalui program Dapur Umum yang digelar bersama Remaja Masjid di lingkungan sekitar posko. Ia  bilang setiap hari akan ada menu sehat bervariasi yang disajikan untuk para penyintas. Setiap harinya suplai logistik makanan akan diperuntukkan bagi 200 jiwa. Jumlah ini lebih banyak daripada jumlah pengungsi terdata, sebab masih sering terjadi keluar masuk pengungsi yang menetap di Posko Rindam XVII/Cendrawasih.

Selain siap untuk menyuplai logistik, DMC Dompet Dhuafa juga telah berikan layanan lain bagi para pengungsi seperti pendekatan psikososial melalui program Taman Ceria, pemberian kebutuhan sandang, pemberian alas tidur dan alas kaki, Pos Hangat dan pojok charger. Pelayanan medis juga akan segera diaktivasi di beberapa posko pengungsian di Kota Jayapura. DMC Dompet Dhuafa bersama Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Papua dan relawan yang bernaung di Komunitas Ayo Tolong Papua akan terus mendampingi pengungsi konflik sosial Wamena hingga masa darurat berakhir.

Seperti yang telah diberitakan, konflik sosial terjadi di Wamena, Papua, pada Senin (23/9) lalu. Konflik ini sebabkan lebih dari 8.617 jiwa mengungsi ke luar Wamena. Berdasarkan data yang dihimpun Humas Polda Papua pertanggal 27 September, dari 8.617 jiwa pengungsi itu sebanyak 1.046 jiwa adalah anak-anak. (Ika)