DMC Dompet Dhuafa Sisir Wilayah Terdampak Gempa di Pulau Haruku

PULAUHARUKU – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan penyisiran daerah terdampak gempa di Pulau Haruku, Kecamatan Haruku, Maluku Tengah. Dijelaskan Koordinator Tim Respons DMC untuk Gempa Ambon Maizar Helmi, sejak kemarin (29/9) tim telah melakukan asesmen untuk melihat dampak gempa dan kebutuhan para penyintas di sana. Menurut informasi yang diterima tim, bantuan baru masuk ke Pulau Haruku pada Sabtu, (29/9) kemarin. Padahal gempa melanda kawasan ini sejak Selasa (26/5) lalu yang membuat masyarakat mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
“Di Pulau Haruku ada enam daerah yang terdampak langsung. Rata rata warga desa mengungsi di ketinggian (hutan) dengan kondisi seadaanya. Di sana juga ada beberapa daerah yang tidak ada sinyal. Jadi kita terus berupaya lakukan asesmen dan menentukan respons yang akan diberikan agar mereka tidak terisolir,” jelas Maizar.
Menurut Maizar, saat ini tim telah berkoordinasi dengan tokoh pemuda desa setempat dan mendapat beberapa daftar kebutuhan mendesak seperti terpal, beras, lauk pauk sehat, genset, medis, dan dukungan psikososial. Maka dari itu ia telah berkoordinasi dengan medis dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura yang bergabung di Tim DMC Dompet Dhuafa.
“Tim di lapanga juga sampaikan bahwa ada beberapa bayi yang baru lahir di posko pengungsian Pulau Haruku dan ketersediaan medis sangat terbatas di sana. Sudah ada beberapa warga terutama yang berusia anak terkena diare dan demam. Mudah-mudahan bisa segera kita rujuk tim medis ke Pulau Haruku,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya gempa bumi dengan magnitudo 6,5 terjadi pada 26 September 2019, pukul 06:46:45 WIB. BPBD Provinsi Maluku mencatat total rumah rusak mencapai 2.675 unit dengan erusakan rumah tertinggi berada di Kabupaten Maluku Tengah. Dampak lain berupa pengungsian yang masih terjadi hingga kini. Sebagian masyarakat masih enggan untuk kembali ke rumah karena khawatir dengan gempa susulan. Tercatat total penyintas berjumlah 247.239 jiwa, dengan rincian Kabupaten Seram Bagian Barat 111.434 jiwa, Maluku Tengah 108.000 jiwa dan Kota Ambon 27.805. Sementara itu, korban luka-luka di Maluku Tengah berjumlah 114 jiwa, Seram Bagian Barat 30 dan Kota Ambon 22. Di Kabupaten Seram Bagian Barat, 12 orang mengalami luka berat dan sisanya luka ringan. (Ika)