Dukung Penyelenggaraan Ekpedisi Destana Tsunami 2019, DMC Dompet Dhuafa Kirim Perwakilan

BANTEN –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selenggarakan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami di 512 desa/kelurahan di 24 kabupaten/kota. Kegiatan yang dimulai sejak 12 Juli 2019 ini dicanangkan akan digelar sampai 17 Agustus 2019. Ekspedisi itu dilakukan dalam rangka penguatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami dan untuk pengembangan desa tangguh bencana yang berada di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa. Selain melibatkan lini pemerintah, ekspedisi ini juga melibatkan pihak lain, yaitu pemerintah, akademisi, masyarakat, lembaga usaha, dan media.

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menjadi salah satu bagian dari tim Ekspedisi Destana Tsunami 2019 diwakili oleh Staf Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Ahmad Baikhaki. Baikhaki menuturkan ia dan beberapa perwakilan lainnya berkesempatan menjadi fasilitator di beberapa sekolah yang berada di sekitar pesisisr pantai Jawa Barat sampai ke Banten.

“Fungsi sosialisasi ke sekolah-sekolah ini agar sekolah mulai menerapkan sekolah aman bencana. Jadi kita menginformasikan tentang bagaimana langkah kesiapsiagaan jika bencana terjadi saat kegiatan sekolah berlangsung dengan mereka harus berkumpul di titik tertentu, mengikuti arahan guru, mengikuti jalur evakuasi, dan banyak lagi,” tuturnya pada Senin, (19/8).

Selain menjadi fasilitator di sekolah-sekolah, ditambahkan Baikhaki, timnya juga turut melakukan penyisiran di desa-desa pesisir. Di sana mereka menemukan bahwa masyarakat yang pernah terkena bencana tsunami umumnya sudah mulai lebih antisipatif. Namun masyarakat yang belum pernah terpapar bencana masih banyak ditemukan tanda evakuasi yang minim kemudian jarak titik kumpul untuk korrdinasi dari pemukiman yang jauh.

“Dari masalah jarak itu kita bisa lihat bahwa perlu ada skenario menyiapkan armada yang siap siaga kalau ada gempa besar dan lama. Juga membangun kesiapsiagaan masyarakat daerah pantai,” tutup Baikhaki.