Ini Alasan Mengapa Harus Tetap Pakai Masker dan Jaga Jarak Walupun Sudah Divaksin

Pemerintah Indonesia telah memutuskan program vaksinasi Covid-19 diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat. Penyataan itu disampaikan oleh Joko Widodo di channel Youtube Sekretariat Presiden pada Rabu, 16 Desember 2020.

sumber foto : pixels.com

Program vaksinasi gratis tersebut mendapat berbagai respon dari masyarakat. Dari mulai penolakan karena tidak mau divaksin, hingga ada yang rela mengantri panjang untuk divaksin.

Terlepas adanya perbedaan respon dari masyarakat, yang jelas walaupun sudah divaksin, masyarakat harus tetap memakai masker dan menjaga jarak. Mengapa demikian ? berikut ulasan yang dikutip dari laman halodoc.

sumber foto : pixels.com

Vaksin Tidak Sepenuhnya Memberikan Perlindungan 

Terdapat beberapa jenis vaksin yang digunakan oleh masyarakat di seluruh penjuru dunia. Namun, dari banyaknya jenis vaksin, hanya vaksin Pfizer yang mampu memberikan perlindungan paling tinggi pada tubuh, yaitu sebesar 95 persen. Lalu, bagaimana dengan vaksin jenis CoronaVac yang digunakan di Indonesia? 

Ternyata, vaksin tersebut hanya mampu memberikan perlindungan sebesar 65,3 persen. Artinya, meski telah divaksin ada kemungkinan kamu tertular virus corona sebesar 34,7 persen.

Virus Mengalami Mutasi

Kamu pasti telah mengetahui kabar yang beredar bahwa terjadi mutasi virus yang lebih berbahaya setelah vaksin diberikan. Jadi, meski sudah pernah terinfeksi virus corona sebelumnya, bukan tidak mungkin akan terjadi infeksi ulang, tetapi dengan varian virus baru. 

Potensi Menjadi Silent Spreader

Penyebaran virus paling tinggi terjadi dari orang yang tidak menunjukkan adanya gejala. Ini disebut dengan istilah silent spreader atau penyebar virus dalam senyap. Artinya, meski telah mendapatkan vaksin, tetapi penularan tetap bisa terjadi. Gejala bisa saja tidak terlihat, tetapi virus tetap terbawa pada saluran pernapasan yang bisa dengan mudah berpindah jika tidak menggunakan masker.

Ketahanan Kekebalan yang Masih Diragukan

Sayangnya, para ahli belum bisa memberikan kepastian berapa lama vaksin akan memberikan ketahanan pada tubuh. Jadi, bisa saja perlu dilakukan vaksin ulang pada beberapa waktu mendatang. Sampai ada informasi baru, sebaiknya tetap pakai masker dan jaga kesehatan.