Jembatan Putus Diterjang Banjir, DMC Dompet Dhuafa Bantu Mobilisasi Warga Menggunakan Perahu Karet

LEBAK – Banjir yang menerjang kawasan Lebak, Banten pada awal tahun mengakibatkan enam kecamatan di wilayah tersebut terdampak. Tak hanya berakibat kerusakan di rumah-rumah warga, banjir yang diliputi tanah longsor ini juga menyebabkan banyak fasilitas umum rusak parah. Salah satunya adalah jembatan permanen di atas Sungai Ciberang yang menghubungkan Desa Sajira Barat dengan Desa Sajira Timur. Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membantu mobilitas warga terdampak menggunakan perahu karet.

“Layanan penyebrangan menggunakan perahu karet sudah dilakukan sejak tanggal 6 Januari lalu, saat hari pertama masuk sekolah pascalibur semester anak sekolah. Untuk teknis penyebrangan, digunakan tali karmantel sebagai pegangan saat perahu karet melintasi sungai dan dua relawan untuk memastikan keamanan perahu karet. Satu kali perjalanan memakan waktu sekitar 10 menit,” demikian diungkapkan Erwandi Saputra, Koordinator Tim Respons DMC untuk Banjir dan Tanah Longsor di Lebak pada Rabu, (15/1).

Erwandi bilang dalam satu hari, jumlah masyarakat yang menggunakan jasa penyebrangan gratis ini berkisar antara 500-700 jiwa. Mereka terdiri atas anak sekolah yang akan berangkat sekolah, pegawai yang akan pergi ke kantor, pedagang yang akan menjajakan dagangannya, dan banyak sebagainya. Jasa penyebrangan ini dibuat oleh DMC Dompet Dhuafa supaya masyarakat terdampak banjir bisa terus berdaya dengan tak terhambatnya mobilitas keseharian mereka.

Tercatat untuk layanan mobilitas di perbatasan Desa Sajira Barat dengan Sajira Timur hanya dilakukan oleh DMC Dompet Dhuafa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BPBD setempat. Erwandi tambahkan demi memaksimalkan pendampingan berbentuk layanan penyebrangan ini, DMC Dompet Dhuafa mencanangkan pembangunan penyebrangan berbasis rakit agar bisa mengakomodasi kendaraan yang hendak menyebrang. (Ika)