Kiat-kiat Puasa di Situasi Pandemi dan Darurat Bencana

Ini kedua kalinya Bulan Suci Ramadhan hadir dalam suasana pandemi Covid-19. Selain menjalankan ibadah puasa, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan agar terhindar Covid-19.

Tidak hanya Covid-19, beberapa wilayah di Indonesia dilanda oleh bencana alam, seperti gempa bumi di Malang, dan banjir bandang di NTT. Hal tersebut menjadi beban ganda bagi para penyintas.

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, unit yang bertugas dalam memberikan bantuan respon terhadap pelbagai macam bencana kemanusiaan telah turut serta dalam membantu warga-warga penyintas bencana. Namun bagaimana hukumnya berpuasa ketika sedang dilanda bencana?

Dilansir dalam laman Muhammadiyah, mereka yang sakit dan sedang melakukan perjalanan, dipersilahkan untuk tidak berpuasa (puasa yang sifatnya wajib seperti puasa Ramadhan) dan menggantinya di hari yang lain. Hal ini juga berlaku bagi orang yang sedang berada di tempat bencana, entah itu relawan ataupun penyintas.

Mengingat relawan atau penyintas sedang mengalami kesulitan dan kesukaran jauh lebih besar ketimbang mereka yang sedang sakit atau bepergian. Dengan demikian, suatu tindakan yang kurang tepat jika tetap berpuasa di sisi lain sedang berada dalam kondisi tidak mampu dan sulit, seperti minimnya logistik dan sarana sanitasi.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,


وما جعل عليكم في الدين من حرج… (أية  78 من سورة الحج)…

…Allah tidak menciptakan kesulitan dalam beragama bagi Kamu sekalian… (QS Al Hajj : 78).

Selain itu untuk tetap terhindar dari Covid-19, Kementrian Kesehatan sendiri mengingatkan untuk tetap terus menjaga imun baik di kondisi bencana maupun tidak. Berikut beberapa anjuran untuk tetap menjaga imun di bulan Ramadhan ini:

  1. Tetap mematuhi protokol kesehatan 5M.
  2. Konsumsi makanan bergizi seimbang ketika sahur dan berbuka.
  3. Rutin berolahraga agar tubuh tetap sehat dan kuat.
  4. Menjalankan ibadah waji dan sunah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
  5. Sahur dan berbuka dengan meminimalisir mobilitas.
  6. Perbanyak minum air putih di antara waktu berbuka dan sahur, minimal delapan(8) gelas per hari.

Kawan Sigap, berikut sedikit pesan dan tips yang bisa disampaikan untuk tetap sehat, religius, dan semangat, dalam melakukan aktivitas respon kemanusiaan (DMC/Fajar).