Layanan Medis untuk Korban Gempa Maluku Terus Dilakukan

PULAUHARUKU – Layanan medis melalui program Pos Medis terus dilakukan bagi korban gempa Maluku. Pos Medis merupakan salah satu program yang dilakukan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa mengingat rentannya pengungsi terhadap serangan penyakit di pengungsian. Demikian dikatakan oleh Erwandi Saputra, Koordinator Respons DMC untuk Gempa Maluku pada Senin, (28/10).

Koordinator Tim Medis dr. Anto yang menggelar Pos Medis di Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah  sebutkan beberapa penyakit mulai menyerang pengungsi seperti gatal kulit (dermatitis), diare dan ISPA.

“Kalau untuk di Desa Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, ada empat penyakit yang banyak menyerang warga. Yakni dermatitis, diare, ISPA, dan hipertensi. Pada umumnya, penyebabnya karena tempat tinggal mereka yang darurat. Jadi seperti dermatitis, menular ke pengungsi lain yang berada dalam satu tenda. Selain itu, ISPA dan diare dikarenakan sanitasi yang kurang baik,” ujar dr Anto.

Dijelaskan dr Anto, pelayanan medis saat ini sangat dibutuhkan di Kecamatan Pulau Haruku. Sebab dua puskesmas yang diperuntukkan bagi sebelas desa tersebut minim fasilitas, obat-obatan dan tenaga medis. Maka dari itu, saat menggelar Pos Medis di Desa Aboru timnya melakukan pelayanan hingga malam hari.

“Di Desa Aboru, banyak lansia yang terserang penyakit. Pun dengan anak-anak sampai ada yang harus dirujuk. Beruntung, ada beberapa lembaga lain yang juga turut bersedia terjun ke Kecamatan Pulau Haruku ini. Sebab akses kemari lumayan sulit harus menggunakan jalur laut,” terangnya lagi.

Tak hanya di satu wilayah, selain membuka Pos Medis di Kecamatan Pulau Haruku tim juga lakukan layanan medis di Dusun Kelapa Dua, Desa Kairatu, Kecamatan Seram Bagian Barat, Maluku Tengah. Rencananya besok tim medis juga akan menyusur daerah ambon untuk melakukan pemetaan titik-titik layanan Pos Medis. (Ika)