Lebih dari 46ribu Jiwa Terima Manfaat Respon Bencana Kabut Asap DMC Dompet Dhuafa

PALANGKARAYA – Awal bulan September tahun ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Indonesia. Karhutla tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, melainkan juga terhadap manusia yang ada di sekitarnya. Ratusan ribu orang di Sumatera dan Kalimantan terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sebagai lembaga kebencanaan, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa sigap menurunkan tim respon dan berkoordinasi dengan berbagai lini untuk meminimalisir dampak karhutla.

Menurut keterangan Sigit Raharjo Supervisor Informasi dan Komunikasi DMC Dompet Dhuafa berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya 46.273 jiwa telah merasakan manfaat kehadiran DMC Dompet Dhuafa beserta tim di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

“Hingga Minggu (22/9), ada 46.273 jiwa yang jadi penerima manfaat di enam wilayah. Yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Palembang, Riau, Jambi, dan Sumatera Barat,” ungkap Sigit pada Senin, (23/9).

Dijelaskan Sigit, para penerima manfaat dihitung berdasarkan jumlah sebaran distribusi masker, pasien yang mengunjungi safe house, serta edukasi dan sosialisasi mengenai kabut asap. Namun, ia bilang jumlah tersebut belum terhitung jumlah penerima manfaat program safe school. Safe school atau sekolah aman asap sendiri merupakan program yang baru diinisiasi pertengahan pekan lalu. Ia katakan pelaksanaannya hingga hari ini telah berlangsung di tiga sekolah.

Selain melakukan program yang berkaitan dengan masyarakat, DMC Dompet Dhuafa juga lakukan pemadaman dan pendinginan di titik-titik api karhutla. Untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan, Tim DMC Dompet Dhuafa selalu bersinergi dengan instansi-instansi lain guna meluaskan manfaat yang bisa diberikan ke masyarakat sekitar.

Terakhir Sigit paparkan DMC Dompet Dhuafa akan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terimbas bencana kabut asap. Tidak menutup kemungkinan, jelasnya, akan ada pendampingan dan edukasi bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah rawan karhutla. (Ika)