Menelusuri Jejak Gempa Jakarta Melalui Ekspedisi Batavia

JAKARTA – Ekspedisi Batavia merupakan rumusan yang lahir pascapertemuan beberapa lembaga kebencanaan di Jakarta yang diwadahi oleh BPBD Provinsi DKI Jakarta. Tujuan dibentuk ekspedisi ini adalah untuk melakukan upaya pengurangan risiko bencana (PRB) jika ditemukan potensi-potensi gempa yang mungkin akan melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Disaster Management Center (DMC) melalui Staf Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Desi Edian Sari, sebutkan terdapat delapan titik di sekitaran Jakarta yang akan dikunjungi. Yakni Rangkasbitung, Cibatu, Sarua, Cipayung, Ciracas, Pasar Rebo, Jagakarsa, dan Cimanggis. Ekspedisi ini dimulai sejak Senin (16/9) sampai Rabu (18/9) kemarin. Ia dan para pegiat bencana lain melakukan lawatan ke beberapa tempat yang diduga menyimpan cerita sejarah gempa Jakarta.

“Kegiatan yang dilakukan berupa penelusuran sejarah dengan bertemu informan-informan yang kredibel. Informan ini dipilih berdasarkan literasi yang diperoleh tim dari jurnal tertulis terkait gempa Jakarta,” jelas Desi.

Tidak hanya melakukan wawancara dengan informan dari kalangan akademisi, Desi bersama timnya juga melakukan wawancara dengan masyarakat yang pernah secara langsung merasakan gempa Jakarta. Hal ini ia bilang agar hasil temuan lapangan lebih komperehensif.

Selain perwakilan DMC Dompet Dhuafa dan BPBD Provinsi DKI Jakarta, ekspedisi ini juga diikuti oleh beberapa lembaga di Jakarta seperti Perkumpulan Skala, PMI Provinsi DKI Jakarta, MDMC, ADRA, dan beberapa lembaga lain. (Ika)