Mengenal Silent Spreaders, Penyebaran COVID-19 oleh Orang Tanpa Gejala

Kawan sigap, sebagaimana kita tahu bahwa umumnya gejala awal infeksi virus COVID-19 diantaranya demam, batuk dan bersin. Oleh karena itu masyarakat dihimbau agar mengurangi atau bahkan menjauhi interakasi dengan orang-orang yang memiliki gejala tersebut.

Sumber foto : Republika.co.id

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) atau CDC baru-baru ini melaporkan bahwa diperkirakan 35 persen kasus COVID-19 tidak menunjukkan gejala atau gejala baru muncul 48 jam kemudian setelah pasien terinfeksi. Pasien COVID-19 yang asimptomatik atau tidak memiliki gejala ini disebut “silent spreaders”.

Dilansir dari Dokter Paru RS Persahabatan, Dr Andika Chandra Putra, ada tiga klasifikasi kelompok orang tanpa gejala yang perlu diketahui:

1.    Orang Tanpa Gejala Asimtomatik: penderita yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala atau keluhan sama sekali.

2.    Orang Tanpa Gejala Presimtomatik: seseorang yang terinfeksi virus Covid-19 pada minggu-minggu pertama atau fase awal infeksi; gejala atau keluhan sangat ringan atau bersifat lokal, bahkan tanpa gejala sama sekali.

3.    Orang Tanpa Gejala Simptomatik Ringan: seseorang yang terinfeksi virus Covid-19 dengan gejala atau keluhan sangat ringan sehingga tidak menyadari sama sekali.

WHO menegaskan, orang tanpa gejala bisa menjadi carrier dan menularkan virus corona dari orang ke orang. Untuk melindungi diri, salah satunya anda bisa mencoba mengenali kemungkinan seseorang menjadi orang tanpa gejala, diantaranya yaitu:

–        Petugas kesehatan, petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar, dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar.

–        Orang dalam satu ruangan, orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan pasien virus corona, termasuk tempat kerja, kelas, rumah, acara besar dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

–        Orang yang bepergian bersama, orang yang bepergian bersama (radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut atau kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari kemungkinan tertular virus corona baik dari orang tanpa gejala maupun secara umum adalah dengan senantiasa menjalani protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, menyentuh bagian wajah, hidung dan mulut, serta menghindari kerumunan.

Sumber : Dari berbagai sumber

Leave a Comment