Minimalisir Risiko Tanah Longsor Dengan Enam Tips Ini

Jelang akhir tahun, sebagian besar wilayah di Indonesia mulai memasuki musim penghujan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau potensi cuaca ekstrem mulai dari puting beliung, hujan es, hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada periode transisi musim pada November-Desember 2019.

Hujan lebat yang terus mengguyur tak hanya sebabkan beberapa wilayah rentan mengalami banjir namun juga tanah longsor. Kejadian bencana tanah longsor pada umumnya terjadi di daerah perbukitan sehingga banyak menimpa masyarakat di daerah kaki bukit.

Kejadian longsor pada umumnya terjadi dengan diikuti suara gemuruh, disertai gerakan massa tanah dan/atau batuan yang meluncur sangat cepat kebawah bukit menyapu apa yang dilewati. Hal ini sebabkan kebanyakan penduduk di bawah lereng tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar pada saat massa tanah sudah mulai meluncur ke bawah.

Maka dari itu berikut beberapa upaya pencegahan untuk mengurangi dampak bencana tanah longsor:

1. Kenali daerah tempat tinggal sehingga jika terdapat ciri-ciri daerah rawan longsor bisa dihindari.

2. Perbaiki tata air dan tata guna lahan daerah lereng.

3. Tanami daerah lereng dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam (akar tunggang).

4. Tutup retakan-retakan yang timbul di atas tebing dengan material lempung untuk mencegah air masuk kedalam tanah.

5. Selalu waspada pada saat musim hujan terutama pada saat curah hujan yang tinggi dalam waktu lama.

6. Waspada terhadap mata air/rembesan dan kejadian longsor skala kecil di sepanjang lereng.