Peringati Hari Sampah Nasional, Dompet Dhuafa Kolaborasi Dengan Padepokan Ciliwung Condet Beberes Kali Ciliwung

JAKARTA — 21 Februari dicanangkan sebagai hari sampah nasional sejak tahun 2006 sebagai pengingat atas kejadian naas 2005 silam. Tepat tanggal 21 Februari 2005 lalu terjadi kejadian longsornya timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat yang merenggut 147 korban jiwa dan menghapus 2 desa dari peta.

Sejak saat itu, Pemerintah terdorong untuk menyusun Kebijakan Pengelolaan Sampah Nasional dalam bentuk Undang-Undang Nomor 18/2008 dan PP 81/2012 dan membumikan gerakan peduli sampah di seluruh Indonesia. Setiap tahunnya hari sampah nasional diperingati dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh banyak kalangan, salah satunya DMC Dompet Dhuafa.

Sebagai bagian dari tindakan Mitigasi Bencana, Divisi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) DMC Dompet Dhuafa mengadakan kegiatan Beberes Kali Ciliwung bersama dengan Padepokan Ciliwung Condet. Kegiatan ini juga melibatkan para relawan yang tergabung dalam DDV (Dompet Dhuafa Volunteer) dan Komunitas Ayo Tolong Jabodetabek.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Sabtu, 27 Februari 2021 karena tertunda akibat kejadian banjir selama seminggu belakangan. Sejak pukul 06.00 WIB tim sudah bersiap dari lokasi masing-masing menuju Padepokan Ciliwung Condet yang terletak di Jl. Haji Mursali, Rt.04/Rw.01, Balekambang, Kec. Kramat Jati.

“Kita melakukan aksi bersih susur sungai untuk mengambil sampah-sampah yang ada di bantaran kali. Kemudian sampah ini kita ambil banyak manfaatnya menjadi barang berharga. Ya hari ini kita lakukan ini dan InsyaAllah kami mulai pada saat ini dari basecamp sampai dengan Kolong Kalibata,” kata Suheng, satu diantara relawan yang ikut bersih-bersih.

Dengan melibatkan ratusan orang, nantinya sampah yang didapatkan akan dipilah sebelum dibuang.

Sampah yang bisa didaur ulang atau dimanfaatkan akan dijadikan kerajinan tangan maupun kreativitas.

“Sampah yang kita ambil kebetulan sampah yang sulit terurai oleh waktu. Kita akan klasifisifikasikan. Sampah yang bisa kita pakai akan jadikan salah satunya pot. Kemudian yang tdk kita urai akan kita jadikan beronjong untuk menahan tanah kalau nanti akan terkikis air. Kita kemas dalam karung kita tutup kita manfaatkan untuk ketahanan tanah di pesisir sungai,” tandasnya.