Ramadhan di Pos Pengungsian: Kisah Singkat Maysaroh Menjadi Relawan

Malang, Jawa Timur—“Saya tulus membantu teman-teman di sini”, pungkas Maysaroh.

Maysaroh (39) seorang warga asal Kecamatan Pujon, Malang, Jawa Timur. Rela mengitari jalan menuju Kecamatan Ampelgading dengan memakan waktu dua setengah jam dari Pujon.

Adapun tujuan ia rela menempuh perjalanan sejauh 89 kilometer, demi menjadi relawan dan membantu para penyintas gempa bumi yang melanda wilayah Malang dan sekitarnya. Ia sebagai relawan, juga mengetahui bagaimana rasanya menjadi seorang penyintas. Pasalnya, ia sendiri merupakan penyintas bencana alam Erupsi Gunung Kelud pada tahun 2014 silam.

Dalam benaknya, gempa yang terfokus di beberapa Kecamatan Malang Selatan adalah kali pertamanya diguncang dengan skala besar 6,1 skala richter.

“Jika dibandingkan dengan sebelumnya (erupsi Gunung Kelud), kejadian gempa bumi seperti ini baru pertama kali saya lihat”, imbuhnya.

Bersama dengan tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Volunteer Jawa Timur (DDV Jatim), Ibu Maysaroh turut serta bantu mendirikan Dapur Ramadan di posko pengungsian gempa bumi Malang.

Ada dua titik persebaran lokasi Dapur Ramadan yakni: Dusun Krajan dan Dusun Sukoanyer, Desa Wirotaman, Kec. Ampelgading, Kab.Malang. Mereka bersama-sama belanja untuk keperluan masak, proses memasak hingga pendistribusian masakan yang sudah jadi kepada penyintas setempat. Setiap harinya, mereka menyediakan menu berbuka puasa untuk 200 jiwa. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pokok makanan bagi para penyintas terutama mereka yang sedang menjalani ibadah puasa meski di tengah situasi bencana.

Ibu Maysaroh dengan tulus membantu para penyintas yang ada di pos pengungsian. Sebagai relawan kemanusiaan, ia merangkul ibu-ibu penyintas agar mampu bangkit kembali dalam keterpurukan yang menimpa mereka semenjak hari pertama gempa terjadi.

Dapur Ramadan merupakan perwujudan program kebaikan DMC Dompet Dhuafa yang bernama “Traktir Makan Saudaramu”. Setiap donasi sebesar Rp30.000 setara dengan satu porsi makanan untuk para penyintas dhuafa. Ramadhan ini saatnya berbagi lagi.