Respons Banjir dan Tanah Longsor: DMC Dompet Dhuafa Turunkan Tim dan Ambulans

Sulawesi Selatan,Luwu—Disaster Management Center ( DMC ) Dompet Dhuafa mengerahkan tim respons bencana dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (04/10/2021). Akibat curah hujan yang tinggi di Kabupaten Luwu menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir bandang dan tanah longsor.

Menurut data sementara BPBD Kabupaten Luwu sebanyak enam kecamatan terdampak bencana ini, yakni Kecamatan Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lemasi dan Lemasi Timur sebagaimana dalam rilis resmi BPBD Sulawesi Selatan.

“Sejumlah wilayah banjir sudah mulai surut. Untuk wilayah longsor masih terdapat material longsoran yang menutupi jalan. Sementara cuaca cerah berawan,”jelas Haryo Mojopahit selaku Kepala DMC Dompet Dhuafa.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun tim DMC Dompet Dhuafa per Senin lalu (04/10/2021), terdapat satu (1) rumah tertimbun di Desa Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat dan empat (4) korban jiwa meninggal dunia. Sedangkan di Desa Sangtandung, Kecamatan Walenrang Utara terdapat dua (2) rumah hanyut dan dua (2) rumah terendam serta sebanyak 27 jiwa mengungsi. Lalu di Kecamatan Lamasi Timur terdapat 115 rumah terdampak: 20 rumah terendam di Desa Seriti, 35 rumah terendam di Desa Pompengan, 20 rumah terendam di Desa Pompengan Utara, 40 rumah terendam di Desa Pompengan Timur.

Terakhir di Desa Pelalan sebanyak 20 orang dirawat di Puskesmas Lamasi dan sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga lainnya. Dan untuk Kecamatan Walenrang Timur sebanyak 155 lebih rumah terendam: Desa Kendekan, 40 rumah terendam; Desa Rantedamai, 30 rumah terendam; Desa Sukadamai, 30 rumah terendam, Desa Taba, 20 rumah terendam, Desa Seba Seba, 35 rumah terendam. Serta 70 jiwa mengungsi di rumah kepala Desa Sukadamai dan rumah warga lainnya.

Kebutuhan mendesak penyintas saat ini ialah, logistik , air bersih, air mineral, alat kebersihan, selimut, dan perlengkapan bayi. “Tim kami sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah dan tim evakuasi setempat. Melakukan asesmen data terdampak dan bantu evakuasi jenazah di Desa Ilan Batu. Selain itu tim dilengkapi dengan armada ambulan untuk memberikan dukungan darurat medis dan kendaraan di lapangan untuk mobilisasi koordinasi dan penyaluran logistik,”jelas Syarif selaku relawan respons DMC Dompet Dhuafa penugasan Sulawesi Selatan.

Tim DMC juga berencana membuka Pos Hangat, yakni posko aneka minuman hangat bagi para penyintas terdampak bencana. Lalu data yang dirangkum BPBD Kabupaten Luwu per Senin (4/10) pukul 12.00 WIB, ada sebanyak 127 jiwa yang terpaksa harus mengungsi setelah terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Adapun dari 127 jiwa tersebut, sebanyak 27 warga mengungsi di Kecamatan Walerang Utara dan 100 warga lainnya mengungsi di masjid yang berada di Kecamatan Walenrang Timur. Sementara itu, ada sebanyak 12.000 jiwa terisolir di Kecamatan Walenrang Barat.

Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Rahmadaria, “Empat korban meninggal adalah satu anggota keluarga,” jelas Rahmadaria, Senin (4/10) sebagaimana dalam rilis resmi BPBD Sulawesi Selatan.

Para korban berhasil ditemukan setelah tim gabungan dari DMC Dompet Dhuafa, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, Tagana, Damkar, dan Brimob, serta lintas instansi serta masyarakat setempat bergotong royong menggunakan peralatan seadaanya. Proses evakuasi para korban, menurut Rahmadaria juga sempat mengalami kendala karena medan yang sulit dijangkau dan masih tertimbun material longsoran.

“Lokasi sulit dijangkau. Tim kami sempat kesulitan menuju ke atas (lokasi terdampak). Hanya sepeda motor saja yang bisa,” jelas Rahmadaria.