Seri Relawan Nakes Dompet Dhuafa: Terkadang Wajah Pasien Sulit Dilupakan Bagian Satu

Tangerang Selatan—“Terkadang suka sekali teringat pasien-pasien yang pernah saya bantu rawat,” ungkap Sheira membuka perbincangan ketika ditemui di kantor Crisis Center Covid-19 Dompet Dhuafa, Menjangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (19/7/2021).

Sheira Warinda (20) salah seorang relawan Crisis Center Covid-19 Dompet Dhuafa bagian kesehatan berbagi kisahnya seputar menjadi relawan Dompet Dhuafa. Perempuan yang berdarah Lampung ini merupakan relawan yang baru tergabung dengan jejaring Dompet Dhuafa. Sebelumnya ia pernah turut membantu di RS.Fatmawati.

Meski menjadi perawat bukan pilihan utamanya, namun dia tetap semangat menekuni bidang ini. Awalnya ia tertarik menjadi seorang guru. Tetapi takdir berkata lain, ia kemudian masuk menjadi mahasiswi perawat di salah satu kampus Politeknik Kesehatan di Jakarta.

“Awalnya malah Sheira tertarik menjadi guru, tetapi entah kenapa akhirnya belajar menjadi perawat,”pungkas perempuan asal Negeri Besar, Lampung ini.

Aksi respon penanganan Covid-19 dari Dompet Dhuafa yang diikuti oleh Sheira ini kala itu mengantarkan pasien Covid-19 menuju rumah sakit darurat di wilayah Mampang, Selasa lalu (13/7/2021). Saat bertemu pasien di perkarangan rumahnya, ia dengan lembut mencoba menenangkan pasien yang sedikit terlihat panik. Kemudian dilanjut dengan pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah hingga saturasi oksigen.

Beruntungnya, pasien pertama ini masih sanggup untuk bergerak sehingga pemindahan pasien menuju rumah sakit darurat menjadi lebih mudah. Selanjutnya ia juga ikut mendistribusikan tabung oksigen gratis kepada pasien Covid-19 di rumahnya saat menjalani isolasi mandiri Jumat lalu (16/7/2021).

Kala itu, Jumat malam (16/7/2021) waktu menujukan pukul 22:00 WIB, tim Crisis Center Covid-19 Dompet Dhuafa dapat kabar bahwa terdapat dua pasien Covid-19 yang membutuhkan bantuan tabung oksigen di kediamannya saat melakukan isolasi mandiri. Adapun dua pasien tersebut berada di Tangerang Selatan dan satu lagi di Bekasi.

“Apakah umur saya sudah tidak lama lagi?” tanya pasien Covid-19 asal Tangerang Selatan tersebut.

(bersambung)