Tiga Alasan Mengapa Biopori Bisa Menjadi Solusi Alternatif Mengatasi Banjir

Jelang akhir tahun, saatnya bersiap menyambut musim hujan. Hal ini bisa juga berarti bersiap menyambut kedatangan banjir di beberapa tempat. Pada hakikatnya curah hujan yang tinggi bukan menjadi satu-satunya penyebab banjir. Ada faktor lain seperti daya resap tanah dan tata kelola lingkungan.

Sering kali, banjir terjadi baik di daerah perkotaan maupun pinggiran diakibatkan sistem drainase yang tidak baik. Apalagi di daerah padat penduduk, sistem drainase buruk diperparah sebab kurangnya daya serap air oleh luas tanah yang semakin minim. Berkurangnya ruang terbuka hijau menyebabkan berkurangnya permukaan yang dapat meresapkan air kedalam tanah di kawasan permukiman. Peningkatan jumlah air hujan yang dibuang karena berkurangnya laju peresapan air kedalam tanah akan menyebabkan banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.

Maka dari itu diperlukan solusi untuk meminimalisir potensi hujan ataupun air tergenang. Salah satunya melalui pembuatan Biopori atau Lubang Respan Biopori (LRB).

Berikut beberapa alasan kenapa biopori bisa menjadi solusi alternatif untuk mengatasi banjir:

1. Mempercepat Penyerapan Air Hujan

Lubang resapan biopori dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah. Selain itu, sampah organik yang ada di dalam lubang merupakan makanan dari cacing tanah. Cacing yang masuk ke dalam lubang akan membuat terowongan-terowongan kecil di dalam tanah ketika menuju ke lubang yang berisi sampah organik. Hal ini tentu akan membuat air lebih cepat meresap ke dalam tanah.

2. Meningkatkan Kapasitas Tanah Menampung Air

Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat.

3. Bisa Diaplikasikan di Lahan Terbatas

LRB bisa dilakukan di atas berbagai jenis lahan asal lahan tersebut berada pada area terbuka. Area terbuka yang akan terkena air hujan. Bisa membuatnya di halaman rumah, sekitar pepohonan, sekitar tempat parkir, dan tempat terbuka lainnya.

Bayangkan bila setiap rumah, kantor atau tiap bangunan menerapkan biopori berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu banyak pula dan dapat meminimalisir dampak banjir. (Ika)