Tim DMC Dompet Dhuafa Evakuasi Warga Terdampak Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Utara

LUWUUTARA – Hari kedua pascabanjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan evakuasi korban terdampak yang masih belum ditemukan. Dikatakan oleh Koordinator Lapangan Syarif Syamsudin bersinergi dengan berbagai lembaga kemanusiaan lain, tim berhasil mengevakuasi 3 korban meninggal dunia yag berada di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Proses evakuasi cukup sulit dilakukan mengingat material lumpur yang terbawa banjir masih menggenang dengan ketinggian hingga 1 meter lebih.

“Cuaca hari ini cukup cerah namun tadi sempat mendung sehingga tim memutuskan menarik diri sebagai antisipasi hujan turun yang mengakibatkan banjir kembali terjadi. Besok rencananya, kita masih meneruskan pencarian korban bersama segenap potensi lain dan akan membagi ke dua titik pencarian,” jelas Syarif pada Rabu (15/7/20).

Selain tetap melanjutkan pencarian korban, tim akan melakukan asesmen terkait titik-titik posko pengungsian yang bisa diintervensi program kesehatan. Juga, lanjut Syarif, tim akan melakukan koordinasi terkait pelaksanaan program Dapur Umum yang akan digelar bersama instansi Kemenag setempat. Sementara itu, dicanangkan untuk malam ini tim akan melangsungkan program Pos Hangat di pos pengungsian sekitar Kantor Bupati Luwu Utara yang didiami sekitar 30 keluarga pengungsi dan beberapa titik lain.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, hingga hari ini terdampak 6 kecamatan terdampak dengan  4.930 keluarga terdampak dan 156 kepala keluarga dengan rincian 656 orang mengungsi. Sementara itu 18 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia, 23 orang hilang dan 10 orang luka-luka. (Ika)