Tim DMC Dompet Dhuafa Lakukan Pendataan Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang di Kabupaten Parigi Moutong

PARIGIMOUTONG – Akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa hari di Kabupaten Parigi Moutong, dua kecamatan di kabupaten ini dilanda banjir bandang. Diungkapkan tim relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang berada di lokasi, hujan menyebabkan tiga sungai yakni Sungai Dolago, Sungai Olaya, dan Sungai Korontua meluap hingga banjir. Tak hanya membawa material air, banjir turut membawa material pepohonan dan pasir yang menutupi dan merusak pemukiman warga di sembilan desa yang berada di Kecamatan Parigi dan Kecamatan Parigi Selatan. Berangkat dari situasi tersebut, tim relawan DMC Dompet Dhuafa melakukan pendataan terkait kebutuhan pengungsi.

Lebih jauh relawan DMC Dompet Dhuafa Zalindra menuturkan dari pendataan yang dilakukan didapatkan beberapa kebutuhan pengungsi yang meliputi makanan siap saji karena beberapa titik pengungsian tidak punya alat memasak. Kemudian kebutuhan akan air minum dan air bersih, pasokan sembako untuk dapur umum yang secara mandiri sudah didirikan warga serta alas tidur.

“Adapun sembilan desa terdampak di dua kecamatan tersebut yaitu Desa Boyantongo, Desa Olaya, Desa Olobaru, Desa Lemusa, Desa Tindaki, Desa Kaliboku, Desa Pombolowo, Desa Dolago, dan Desa Masari. Untuk pergerakan besok rencananya kita akan melakukan pembersihan masjid At-Tarbiyah Dusun 3 Desa Olobaru dan survei air bersih untuk kebutuhan dapur umum mandiri warga yang ada Desa Lemusa,” demikian dikatakannya.

Dilansir dari beberapa media, banjir yang terjadi di kawasan tersebut menyebabkan 17 rumah warga hanyut terbawa banjir. Selain itu, 7 jembatan dikabarkan ambruk karena banjir ini. Adapun 7 jembatan itu yakni Jembatan Baliara, Jembatan Lemosa Gangga, Jembatan Korotua, Jembatan Parigi Mpu, 2 Jembatan di jalur dua Oloya dan Jembatan Air Panas. (Ika)