Tim Rescue DMC Dompet Dhuafa Lewati Jalur Ekstrem Daerah Terdampak Longsor di Bogor

BOGOR – Tim Rescue Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melewati jalur ekstrem saat menyusuri daerah terdampak longsor di Bogor. Jalur berbentuk perbukitan hutan ini sudah mengalami banyak keretakan dengan beragam kedalaman mulai dari setengah hingga satu meter. Selain itu ukuran jalan cukup sempit di mana hanya bisa dilalui satu arah dan terdapat jurang di sisi kanan dan kiri. Tim harus selalu siaga saat menyisir jalur ini. Demikian dijelaskan Adhe Indra Saputra, Koordinator Tim Rescue DMC Dompet Dhuafa untuk Banjir dan Longsor Bogor pada Rabu (22/1).

“Sejak hari Minggu lalu tim sudah mulai menembus daerah terisolir di kawasan perbukitan di Bogor. Kalau hujan, tim urung melanjutkan perjalanan sebab kontur tanah yang sudah retak harus terus diwaspadai. Bahkan warga setempat seperti di Desa Pasir Madang, Kec Sukajaya, menyebut zona ini berada di level siaga 1,” paparnya.

Tim Rescue DMC Dompet Dhuafa menelusuri empat kecamatan terdampak banjir dan longsor yakni Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Cigudeg, Kecamatana Jasinga, dan Kecamatan Jasinga. Di empat kecamatan ini, tim melakukan asesmen terkait kebutuhan warga untuk kemudian dilakukan pendampingan sesuai hasil asesmen.

“Kemarin sudah diadakan Pos Medis di pos pengungsian Kampung Ranca Bakti, Kecamatan Nanggung. Lalu akan diadakan program pendampingan lain seperti Dapur Umum, Pos Hangat, dan Taman Ceria,” terang Adhe.

Dilanjutkan Adhe, hari ini tim akan melakukan penyusuran menuju Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya. Selain tim rescue akan turut serta didampingi tim medis dan logistik permakanan. Hal ini karena daerah Cileuksa masih minim bantuan padahal ini sudah hari ke dua puluh pasca bencana terjadi. (Ika)