Update Banjir Kalsel: 27 Ribu Rumah Terendam, 112 Ribu Jiwa Terdampak

KALIMANTAN SELATAN — Pada Rabu (13/1/2022) lalu, hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kalimantan Selatan. Selain itu daerah dengan dataran rendah mendapat kiriman air bah yang membawa lumpur dan material lainnya. Akibatnya, beberapa kota dan kabupaten terendam banjir, di antaranya Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ketinggian air pun beragam, dari 50 cm hingga mencapai 2 meter.

Per Kamis (14/1/2021), BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menetapkan status Kalimantan Selatan sebagai wilayah tanggap darurat. Kemudian diperpanjang dari tanggal 22 hingga 28 Januari 2021.

Dampaknya pun cukup begitu parah. Tercatat ada 5 korban meninggal, 112.709 jiwa mengungsi, dan 27.111 rumah terendam. Bahkan sebagian rumah hanyut dan rusak parah. Selain itu, fasilitas-fasilitas umum seperti jalan, jembatan, masjid, pun turut rusak.

Maizar Hilmi selaku Koordinator Respon Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa pada banjir di Kalimantan Selatan, mengatakan, situasi saat ini sudah mulai membaik. Meski begitu, dampaknya masih kronis. Terlebih di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), terlihat rumah-rumah warga banyak yang hancur diterjang banjir bandang. Bahkan ada yang benar-benar hilang rata hanya berbekas alas rumah saja.

“Kondisi hari ini intensitas hujan mulai menurun, namun beberapa daerah masih tergenang banjir. Ketinggian air rata-rata masih setinggi lutut hingga paha orang dewasa, tetapi perlahan mulai surut agak lambat,” terang Maizar, Minggu (24/1/2021).

Ragam aksi respon pun masih bergulir hingga saat ini, Senin (25/1/2021).. Di antaranya evakuasi, distribusi logistik, dapur umum, dan layanan pos medis. Pada fase transisi dari Tanggap Darurat menuju Recovery, tim masih menguatkan informasi dari berbagai media dan jaringan relawan untuk kebutuhan pendukung serta sarana-prasarana yang rusak. (Dompet Dhuafa / Muthohar)