Wacana Pembangunan Hunian Tetap untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah


JAKARTA – Setahun lebih bencana tsunami, gempa bumi, dan likuefaksi melanda Palu, Donggala dan Sigi, masih banyak peyintas yang mendiami hunian-hunian sementara. Maka dari itu, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melalui kampanye Bulan Kemanusiaan “Humanesia” mewacanakan pembangunan hunian tetap untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah. Demikian disampaikan Eka Suwandi Staf Recovery DMC Dompet Dhuafa sekaligus Wakil Ketua Humanesia dalam gelaran konferensi pers kampanye Bulan Kemanusiaan “Humanesia”.

“Diwacanakan pembangunan hunian tetap percontohan dulu di bulan ini sembari menggalang donasi untuk realisasinya. Pembangunan hunian tetap merupakan salah satu dari beberapa program yang akan dijalankan di Bulan Kemanusiaan “Humanesia” ini. Sesuai sasaran pengadaan kampanye di momen akhir tahun ini untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Eka, Selasa (3/12).

Hunian tetap ini dicanangkan akan menggunakan konsep rumah Srikandi (Struktur Rumah Instan Kokoh cepAt amaN Dan Inovatif). Rumah ini menggunakan teknologi rumah tinggal permanen dengan menggunakan sistem konstruksi struktur beton pracetak, dinding panel dan kusen beton.

Dalam kesempatan konferensi pers itu, ia juga menyampaikan tugas dan fungsi DMC sebagai garda terdepan Dompet Dhuafa untuk dalam hal kebencanaan. Dalam menjalankan perannya, DMC Dompet Dhuafa tidak hanya mendampingi masyarakat penyintas saat bencana terjadi. Namun juga masa sebelum dan sesudah (pemulihan) bencana terjadi.

“Salah satu yang telah dilakukan adalah untuk korban bencana di Lombok. Saat bencana terjadi kita melakukan respons tanggap darurat hingga ke masa pemulihan. Selain membangun beberapa fasilitas pemulihan, DMC Dompet Dhuafa juga memberdayakan masyarakat melalui program Kawasan Tanggap Bencana (KTB). Tepatnya di Desa Medana, Lombok Utara, yang dihantam gempa tahun lalu program KTB ini sudah mulai berjalan,” sebut Eka. (Ika)