Jaga Alam Rawat Harapan, ID Humanity Dompet Dhuafa Tanam 150 Pohon Produktif di Ponpes Al-Ihsan Anyer

Serang—Relawan Dompet Dhuafa bersama santri Pesantren Al Ihsan, Anyer, Serang, Banten, melakukan aksi penanaman 150 pohon produktif pada Sabtu (27/9/2025). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat kolaborasi lintas komunitas, mulai dari relawan, pesantren, hingga masyarakat sekitar. 

Sejak pagi, peserta yang hadir langsung diarahkan ke area penanaman. Meski kondisi lahan menantang karena berada di kawasan miring dengan tanah yang relatif gersang, hal tersebut tidak mengurangi semangat para relawan. “Seru banget karena kita menanam tidak hanya bersama teman-teman peserta, tetapi juga adik-adik pesantren dan sekolah. Total ada 150 pohon dengan tujuh jenis tanaman produktif,” ungkap Putri Melta Sari, Super Volunteer Dompet Dhuafa. 

Usai penanaman, acara berlanjut dengan talkshow inspiratif bertajuk Menanam Kebaikan, Merawat Kehidupan. Hadir sebagai pembicara Juperta Panji Utama, Deputi Direktur I Bidang Sosial, Dakwah, Kemanusiaan Dompet Dhuafa, Ustaz Suryana dari Pesantren Al Ihsan, serta Firmansyah selaku Kepala Desa. Diskusi berlangsung interaktif, menekankan pentingnya keterlibatan banyak pihak dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup. 

Dalam wawancaranya, Juperta Panji Utama menegaskan bahwa Sedekah Pohon adalah upaya memperluas makna sedekah itu sendiri. “Selama ini banyak yang memahami sedekah hanya sebatas uang untuk orang lain. Melalui Sedekah Pohon, kita ingin memperluas pemahaman itu. Sedekah bisa dalam bentuk pohon yang ditanam, atau jika tidak sempat menanam, uang bisa dikonversi menjadi bibit pohon. Dengan begitu, sedekah tidak lagi hanya bersifat konsumtif, tetapi perlahan menjadi produktif dan memberi manfaat jangka panjang,” jelasnya. 

Sementara itu, Ustaz Suryana Sudrajat, pimpinan Pesantren Al Ihsan, menilai kegiatan ini dapat menjadi modal pengembangan agrowisata di pesantren. “Kami berencana mengembangkan jurusan agrowisata. Jadi orang yang berkunjung tidak hanya melihat kebun, tetapi juga mendapatkan nilai tambah dari hasilnya. Jangan hanya dijual mentah, tapi bisa diolah sehingga lebih bermanfaat,” katanya. 

Ahmad Baikhaki selaku Kepala Bagian Lingkungan DMC Dompet Dhuafa, menambahkan bahwa keberhasilan program tanam pohon sangat ditentukan oleh perawatan. “Kalau pohon tidak dirawat, sama saja tidak ada bedanya dengan pertanian biasa. Karena itu kami berharap pesantren bersama masyarakat dapat menjaga komunikasi dan kolaborasi, agar pohon-pohon ini memberi manfaat jangka panjang,” ucapnya. 

Dompet Dhuafa berharap aksi ini menjadi inspirasi dan contoh kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memperkuat nilai sosial dan spiritual di masyarakat. (Hasna Aghnia Mumtazah/ID Humanity Dompet Dhuafa) 

Scroll to Top