Aceh Tamiang—Warga terdampak banjir di Dusun Tengah, Desa Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, mengeluhkan maraknya serangan nyamuk sejak masa pascabencana banjir.
Bambang (36), warga Dusun Tengah, menceritakan kondisi lingkungan rumahnya yang dihinggapi banyak nyamuk, terutama ketika malam hari.


“Nyamuk itu memang luar biasa banyaknya. Semenjak air surut, jentik nyamuk pun ikut pecah, jadi banyak nyamuk. Pakai obat nyamuk pun tidak mempan saking banyaknya. Tidur malam pun tidak nyenyak. Kami sering terbangun di tengah malam karena gigitan nyamuk,” kata Bambang.
Ia dan keluarga yang sudah kembali mendiami rumahnya, setelah satu bulan mengungsi di tenda pengungsian, merasakan ketidaknyamanan akibat nyamuk.

Permukiman di Dusun Tengah mulai kembali ramai setelah warga yang sempat mengungsi pulang ke rumah masing-masing. Namun, lumpur masih melapisi lorong-lorong gang dan halaman rumah. Di sejumlah titik, genangan air tersisa menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk.
Menanggapi kondisi itu, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan fogging (pengasapan) di sekitar Dusun Tengah, Desa Kesehatan, untuk memberantas maraknya serangan nyamuk ini, pada Jumat (9/1/2026).


Ahmad Yamin, Penanggung Jawab Respons Bencana DMC Dompet Dhuafa untuk Aceh Tamiang, menjelaskan bahwa tim DMC bersama relawan memasukkan aksi fogging sebagai bagian dari rangkaian layanan bagi warga terdampak.
“Kami sering menerima keluhan dari warga terdampak terkait maraknya nyamuk, jadi kami juga fokus untuk memberantas nyamuk lewat fogging. Semoga ini bisa menjadi upaya mitigasi dari munculnya penyakit yang dibawa oleh nyamuk,” ujarnya.

Kawan Baik, terus dukung DMC Dompet Dhuafa dalam respons bencana di Sumatra. Semoga kondisi sulit akibat bencana berangsur pulih, dan segenap relawan diberikan kesehatan. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)


