DMC Dompet Dhuafa Bersama Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kubu Raya

Kalimantan Barat—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa merespons kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Minggu (25/1/2026).

Tim DMC Dompet Dhuafa diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal kebakaran guna mencegah meluasnya api, mengingat kondisi cuaca yang masih panas dan berpotensi memperparah situasi dalam beberapa hari ke depan.

“Saat ini kami bersama tim gabungan masih mengupayakan untuk memadamkan titik-titik api karhutla di Supadio, Kubu Raya, di tengah cuaca yang masih terik. Tim DMC di sini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti BPBD, Siaga Kubu Raya, dan juga TNI-POLRI, untuk memantau dan memadamkan titik api yang ada,” lapor Rendi Akbar, Relawan DMC Dompet Dhuafa di Kubu Raya.

DMC Dompet Dhuafa terus berkoordinasi dan bersiaga di lapangan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana karhutla, sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan, terutama terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar.

Di Kabupaten Kubu Raya, hingga Sabtu (24/1), tercatat 24 titik api yang tersebar di Kecamatan Sungai Raya (6 titik), Sungai Ambawang (2), Sungai Kakap (12), dan Kuala Mandor B (4).

Kebakaran menghanguskan lahan seluas sekitar 4,5 hektare di Desa Arang Limbung, 14 hektare di Desa Kuala Dua, serta dua hektare di Desa Punggur Kecil.

Sebagian lahan yang terbakar merupakan gambut, sehingga api sulit dipadamkan karena merambat di bawah permukaan tanah.

Meningkatnya intensitas karhutla berdampak pada penurunan kualitas udara di Kubu Raya yang kini berada pada kategori kuning atau tidak sehat.

Masyarakat diimbau menggunakan masker dan membatasi aktivitas luar ruang.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap akibat Karhutla melalui SK Bupati Kubu Raya Nomor 46/BPBD/2026 sejak 14 Januari 2026.

Scroll to Top