Sulitnya Air Bersih Pasca-Banjir, DMC Dompet Dhuafa Lakukan Pipanisasi untuk Penyintas Tapanuli Tengah

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara—”Pada sebelum terjadi banjir air kita memang di sini lancar-lancar saja. Tetapi setelah banjir itu, apa boleh dibuatlah, airnya sudah keruh semua,” ucap Jannes Tarihoran, penyintas banjir di Lingkungan 4, Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Jannes merupakan salah satu dari banyaknya penyintas yang masih menghadapi sulitnya mendapatkan air bersih pasca bencana banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah titik di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada akhir November 2025 lalu.

Jannes pun menceritakan, sulitnya air bersih tersebut membuat Ia dan penyintas lainnya sempat bergantung pada air hujan yang diendapkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, memasuki musim kemarau, mereka pun harus menempuh perjalanan jauh ke hutan untuk memperoleh air bersih.

“Kalau sehari-hari itu, satu bulan setelah banjir itu, susahnya tidak kepalang-palang kita mencari air. Kita mencari air ke mana-mana, kadang menampung air hujan sore, malam pun kita tampung air hujan untuk mencuci. Sekarang kan air sungai sama air pam enggak ada, air hujan enggak mungkin, jadi terpaksa ramai-ramai ke hutan sana lah dicari begitu jauhnya,” ujarnya.

Dalam upaya memperoleh air bersih tersebut, para penyintas yang juga termasuk anak-anak di dalamnya, mesti menempuh perjalanan hampir sejauh satu kilometer ke dalam hutan. Dengan terik matahari yang begitu menyengat, mereka pun beramai-ramai mengambil air dalam jerigen dari hutan.

“Pada saat (mengambil air) itu sudah enggak ada lagi yang ditakutkan. Melewati kuburan kita itu, dua kali kuburan kita lewati sudah tidak ada lagi yang takut. Anak-anak pun enggak takut lagi, karena sekian ramainya kami mencari air,” imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa berkolaborasi bersama Bridgestone Tire Indonesia, menyalurkan bantuan akses air bersih melalui Pipanisasi untuk penyintas di Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Pipanisasi ini dilakukan dengan mengaliri air dari sumber air melalui 900 meter pipa untuk 150 rumah tangga di Lingkungan 3 dan Lingkungan 4 Kelurahan Bona Lumban. Sehingga dengan Pipanisasi ini, para penyintas tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air bersih.

“Setelah ada bantuan Pipanisasi ini kami jadi bisa mendapatkan sumber air bersih yang dekat. Kami sangat berterima kasih untuk para donatur, karena sebelumnya kami harus cari air begitu jauhnya ke hutan bawa jerigen-jerigen,” pungkas Jannes.

Kawan Baik, ikhtiar DMC Dompet Dhuafa mendampingi penyintas pasca bencana akan terus berlanjut hingga mereka mampu melewati masa-masa sulitnya. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Shinta FN/DMC Dompet Dhuafa)

Scroll to Top