Bireun, Aceh – Dompet Dhuafa Aceh bersihkan lumpur di Pondok Bersalin Desa (Polindes) Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireun pada Selasa (13/01/2026).
Hingga malam menjemput, tim Dompet Dhuafa terus bergotong-royong bersihkan satu-satunya Polindes di wilayah ini.
“Dalam masa bencana ini, di wilayah saya ada dua ibu hamil trimester akhir yang saya rujuk ke kabupaten, karena di sini masih lumpur semua, belum bisa beroperasi,” kata Bidan Erna, Petugas Kesehatan di Polindes Teupin Raya. “Listrik pun kadang masih mati. Dan kita masih butuh banyak bantuan tenaga dan air bersih untuk kembali memulai,” jelasnya, pada tim Dompet Dhuafa TV.




Personil Dompet Dhuafa melalui koordinasi DMC (Disaster Management Center), DDV (Dompet Dhuafa Volunteer), serta Super Volunteer Tiara Nabila, melangsungkan Aksi Bersih sejak siang hari itu.
Lumpur sisa terjangan banjir yang telah mengerak menjadi tantangan dalam penggunaan air sebagai bahan baku utama untuk pembersihan.
Pun tebalnya lumpur turut memicu kerusakan pada mesin pompa, sehingga Aksi Bersih harus tertunda meski sudah larut malam dan dilanjutkan kembali di kemudian hari.



“Keberadaan Polindes Teupin Raya ini menjadi penting karena satu-satunya fasilitas kesehatan untuk ibu hamil dan anak, sehingga kami juga berharap bisa segera bersih dan beroperasi kembali. Tantangan yang ada tidak menyurutkan kepedulian kami, dan hari selanjutnya Aksi Bersih akan kami lakukan kembali,” tegas Najwa, salah satu relawan Dompet Dhuafa.
“Sebagian kami juga warga Bireuen dan masih libur kuliah. Jadi hampir dua bulan ini sejak awal terjadi bencana, kami bantu wilayah-wilayah terdampak di Bireuen,” aku Akbar, salah satu relawan Dompet Dhuafa.



Keesokan harinya, Rabu (14/01/2026), Aksi Bersih kembali dilanjutkan. Rasanya seperti semangat baru meski hampir dua bulan bencana sudah terjadi.
Lewat waktu Maghrib, listrik kembali padam. Sorotan lampu darurat dan lampu kendaraan menjadi bantuan.
Hingga sekitar jam 11 malam, Polindes Teupin Raya mulai bernuansa putih. Kerak-kerak lumpur di dalam ruangan tak lagi bertahan.
“Saya gak tahu kalau gak ada relawan Dompet Dhuafa. Sebab saya hanya bersama anak, suami di Jakarta. Akhirnya Polindes sekaligus tempat tinggal saya ini bersih lagi,” ungkap Bidan Erna, haru.


Sahabat baik, kamu juga dapat mengambil peran dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi para penyintas banjir bandang di Sumatra. Donasi kamu akan membantu menyediakan berbagai kebutuhan hingga pemulihan jangka panjang. Salurkan bantuan terbaikmu melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera. (Dhika/ Dompet Dhuafa)


