BMKG Catat 263 kali Gempa Susulan di Papua

PAPUA-Gempa berkekuatan M 4,9 mengguncang Kabupaten Mamberamo Tengah Provinsi Papua pada Senin (2/1/23) pukul 03.24 WIT.

Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura hingga hari ini (4/1/23) mencatat adanya 263 kali gempa susulan terhitung sejak terjadinya gempa pada Senin lalu.

Analisis BMKG Jayapura menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2.47° LS dan 140.68° BT, atau tepatnya berlokasi di darat yakni 13 km Timur Laut Jayapura dengan kedalaman delapan (8) KM.
 
Dengan memperhatikan lokasi episenter, kata Rumakiek, kedalaman hiposenter dan mekanisme patahan, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal yang melintas di wilayah Kota Jayapura.

Gempa bumi M 4.0 dirasakan masyarakat di Kota Jayapura dengan skala intensitas II-III MMI dan bila berada di dalam rumah getarannya terasa seakan mobil truk lewat, kata Yustus Rumakiek.

Yustus Rumakiek, Kepala Wilayah BMKG Jayapura menghimbau masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa serta periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal apakah cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” kata Rumakiek. 

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua terungkap belum ada korban dan total kerugian yang ditimbulkan masih dalam proses asessment.

Tetapi terdapat kerusakan bangunan seperti Hotel Swissbell (plafon runtuh) rusak ringan, Hotel Horison Jayapura (lantai ubin rusak) rusak ringan, Hotel Sunni Abepura (dinding rusak, kaca pecah) rusak ringan, Rumah Sakit Provita (keramik dinding runtuh) rusak ringan, Mall Jayapura (dinding retak) rusak ringan, Kantor Walikota (dinding bangunan retak) rusak ringan, dan RM. B.ONE Jayapura (dinding kaca pecah) rusak ringan.

Hingga saat ini warga di sekitar pesisir pantai memilih mengungsi di rumah kerabat maupun di sekitar lokasi tempat tinggal masing masing.

“Tidak lama ada kabar gempa di sini, kami (Dompet Dhuafa Papua) 2 orang langsung menuju ke tkp, kemudian tadi pagi menyusul 3 orang. Hingga pagi ini semoga tidak ada korban jiwa dan warga masih mengungsi di sekitar lokasi karena tidak ada pengungsian,” jelas Umayra Maulida selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Papua sekaligus Kepala LKC Dompet Dhuafa Papua.

Tim Respon Gabungan yang terdiri dari TRC Kota Jayapura, BNPB Kota Jayapura, TNI POLRI, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Saka Wira Bakti, RAPI, dan Orari, melakukan patroli dan menghimbau warga yang berada di sekitar pesisir pantai agar tetap tenang dan jangan terpancing berita hoax yang tersebar luas terkait tsunami dan menunggu informasi terkini dari BMKG maupun pemerintah. (AMR/DMC DOMPET DHUAFA).