Langkat, Sumatera Utara—Banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara meninggalkan cerita yang jauh lebih mencekam dibandingkan apa yang terlihat di media sosial. Lendi Elfrida, salah satu penyintas, mengenang detik-detik ketika air tiba-tiba menerjang permukiman mereka.
“Mulai Rabu malam, hujan sudah deras sekali. Lalu tiga hari berturut-turut hujan terus. Di sini jarang sekali banjir sebesar itu, jadi kami benar-benar tidak tahu harus pergi ke mana,” ujar Lendi, Selasa (3/12/2025).
Ia menyelamatkan diri dengan cepat, tanpa sempat membawa apa pun selain pakaian yang melekat di tubuhnya. Seluruh barang di rumahnya hilang tersapu banjir.
“Pakaian tidak ada yang bisa diselamatkan. Hanya yang di badan saja. Barang-barang semua habis,” tuturnya.

Kini Lendi mengungsi di pos pengungsian di kawasan Air Hitam, Kecamatan Gebang. Selama masa darurat, ia mengandalkan layanan Dapur Umum yang dikelola Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
“Terima kasih sekali kepada semua yang sudah membantu. Di sini kami bisa makan dan minum gratis,” ucapnya.
Menurut Lendi, keberadaan Dapur Umum sangat berarti, terutama ketika makanan dan obat-obatan menjadi kebutuhan paling mendesak. Banjir ini mengguncang hidupnya; apa yang selama ini ditata hancur seketika. “Jangan ada lagi bencana seperti ini menimpa kita,” tambahnya.
Kepedihan para penyintas juga disaksikan langsung oleh Chiki Fawzi, influencer sekaligus relawan Dompet Dhuafa, yang terjun membantu pendampingan pengungsian di Langkat.
“Sudah hari ketujuh pascabencana, tetapi air masih cukup tinggi. Saya sampai bingung berkata-kata, karena sejak tadi ibu-ibu datang bercerita bagaimana mereka terpaksa menjadi single mother, rumahnya tenggelam, bahkan becaknya terbawa arus,” ujar Chiki.


Di Desa Air Hitam, Selasa (2/12/2025), Chiki bersama relawan Dompet Dhuafa mengajak sekitar 40 anak bermain dalam layanan Psychological First Aid (PFA), mencoba mengalihkan sejenak duka dan kecemasan mereka. Ia juga ikut membagikan makanan untuk sekitar 500 penyintas di sekitar pos pengungsian.

“Untuk ibu-ibu, bapak-bapak, dan adik-adik semua, semoga Allah terus memberikan kekuatan. Tetap bertahan. Semoga apa yang kita lakukan di sini bisa menggaungkan kepedulian, agar lebih banyak bantuan dapat diberikan,” pungkasnya.
Kawan Baik, Mari sejenak kirimkan doa terbaik untuk mereka yang tengah berduka dan ayo eratkan kembali solidaritas bantu kuatkan mereka yang terdampak melalui Indonesia Siap Siaga. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)


