Jakarta—Sampah masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada tahun 2024 mencatat sebanyak 27,74 juta ton sampah di Indonesia tidak terkelola dengan baik.
Sampah-sampah tersebut berpotensi mencemari tanah dan lautan selama bertahun-tahun, membahayakan ekosistem serta kesehatan manusia.
Menyikapi kondisi tersebut, pada Sabtu (14/6/2025) lalu, ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menggelar webinar edukatif dan inspiratif dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Internasional 2025 yang jatuh pada 5 Juni.
Kegiatan ini mengusung tema “From Waste to Best – Bersama Kelola Sampah Plastik untuk Masa Depan Berkelanjutan”.
Ide ini selaras dengan tema yang diusung United Nations Environment Programme (UNEP) di Hari Lingkungan Hidup Internasional 2025, yaitu “From Pollution to Solution: Managing Plastic Waste for a Healthier Planet.”
Gelaran webinar ini menargetkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang tepat. Hal ini merupakan sebuah upaya mengatasi problem penumpukan sampah yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan.
Sebagaimana yang disampaikan Juperta Panji Utama Deputi Direktur 1 Program Sosial, Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa dalam sesi pembuka webinar. Ia menyampaikan bahwa timbulan sampah yang melimpah dan tak terkelola tidak hanya menyebabkan lingkungan yang tercemar, namun berkontribusi juga pada eskalasi krisis iklim yang terjadi di Bumi.

“Tumpukan sampah yang ada itu tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, merusak ekosistem secara keseluruhan dan bahkan berkontribusi pada perubahan iklim,” ucap Panji.
Selanjutnya Panji mengatakan perlu adanya inovasi dan kolaborasi dalam mengatasi masalah sampah ini.
“Mengubah tumpukan sampah yang ada dan dibuang sembarangan itu menjadi sesuatu yang bermanfaat, bernilai ekonomis, dan berkelanjutan. Dengan menguasai inovasi dan kolaborasi, maka kita bisa mengelola dan mengatasi problem sampah ini,” lanjutnya.
Lewat webinar From Waste to Best ini Panji berharap menjadi ruang yang memantik moral setiap individu untuk melakukan langkah-langkah konkrit dalam pengelolaan sampah di kehidupan nyata.
Selanjutnya webinar From Waste to Best ini menghadirkan praktisi lingkungan sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan.
Para praktisi lingkungan tersebut adalah Siska Nirmala (Pegiat Alam dan Zero Waste Adventure), Alfiyatun Afifah Jatnika (Inovasi Muda Foundation), Ms. Wathan (Hotel Sampah Sangkabira), dan Ahmad Baikhaki (DMC Dompet Dhuafa).
Masing-masing pemateri membawakan presentasinya dengan membahas segala persoalan sampah.
Seperti Siska Nirmala dari Zero Waste Adventure, dalam sesinya, menegaskan dua hal yang menjadi poin penting dalam mengentaskan masalah sampah. Dua hal itu adalah pengurangan dan penanganan.
“Dua strategi itu harus berjalan beriringan. Di pengurangan kita mencegah bagaimana kita tidak menimbulkan tumpukan sampah yang baru. Pengurangan berarti kita berbicara tentang pembatasan, mengurangi makan makanan berkemasan dan mencari alternatif pengganti makanan yang berkemasan,” ujar Siska.
Kemudian pengurangan, kata Siska, adalah usaha kita memilah, mengumpulkan, mengangkut, mengolah dan pemrosesan akhir.
Siska bilang pengurangan ini adalah strategi yang sangat penting dalam pengelolaan sampah. Karena kalau kita tidak mengurangi terlebih dahulu timbulan sampah yang ada, masalah sampah tidak akan selesai.
“Kalau pengurangan sampah tidak diatur. Pengurangan sampah kalau tidak diatur timbulan sampah tidak akan berkurang, jadi pengurangan menjadi sangat penting untuk proses penangannya jadi lebih mudah,” terang Siska.
Selain itu pemaparan materi dari para narasumber, kegiatan ini juga memperkenalkan kampanye From Waste to Best dari DMC Dompet Dhuafa dan mengajak masyarakat untuk berkontribusi langsung melalui donasi guna mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mengelola sampah dengan bijak, terutama sampah plastik yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan kita,” ujar Marsya Ayu staff Partnership ID Humanity Dompet Dhuafa.
“Campaign From Waste to Best merupakan campaign yang diangkat oleh DMC Dompet Dhuafa yang nantinya implementasinya itu untuk di daerah Sembalun, NTB. Dari hasil donasi yang ada akan direalisasikan pada pemasangan trash barrier di kawasan sungai sekitar Sembalun, sebagai salah satu usaha kita bersama dalam mencegah sampah di sungai tersebar ke laut luas,” ujar Marsya.
Kawan Baik, dengan inisiatif ini, DMC Dompet Dhuafa berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam pengelolaan sampah dan mendukung langkah-langkah pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)


