DMC Dompet Dhuafa Kenalkan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di Kegiatan MPLS Sekolah Al Syukro

Tangerang Selatan—Pelajar sekolah perlu siap menghadapi bencana. Oleh karena itu, simulasi penanganan bencana dan pengetahuan tentangnya menjadi sangat penting.

Pada Rabu (16/7/2025) ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menjadi bagian di dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Al Syukro Islamic School, Ciputat, Tangerang Selatan, untuk mengenalkan hal-ihwal tentang kesiapsiagaan bencana kepada para pelajar sekolah.

Membawakan materi tentang kesiapsiagaan dan simulasi bencana, kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi awal tentang kebencanaan bagi para siswa dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga SMA.

Dalam sesi tersebut, Achmad Lukman, Kepala Bagian Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, memperkenalkan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah dan sekitarnya, menjelaskan cara menghadapinya, serta langkah-langkah mitigasi yang tepat.

“Lewat materi kesiapsiagaan dan praktik simulasi bencana, siswa dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi bencana, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya memiliki rencana kesiapsiagaan bencana di sekolah.” ungkap Achmad Lukman.

Salah satu bagian penting dari kegiatan ini adalah praktik simulasi evakuasi bencana gempa bumi yang dilakukan langsung oleh seluruh pelajar, guru, serta komite sekolah.

Tidak hanya teori, para pelajar juga diajak untuk memahami secara langsung prosedur evakuasi yang aman.

Pemaparan materi tentang kesiapsiagaan bencana dan simulasi bencana ini menjadi bagian dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah Al-Syukro, yang digalakkan DMC Dompet Dhuafa di sekolah-sekolah.

Implementasi SPAB di sekolah mampu mengukur seberapa jauh upaya sekolah dalam menyiapkan lingkungan yang aman terhadap gangguan bencana bagi seluruh warga sekolah.

“Dari teori sampai praktik simulasi membuat bertambahnya wawasan bagi kita dan bagi sekolah tentunya, tentang seberapa siapnya kita dalam menghadapi bencana. Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di sini. Berharap masih ada simulasi-simulasi berikutnya,” ucap Siti Umro, Kepala Sekolah SMP Al Syukro.

Lebih lanjut, Siti Umro mengharapkan seluruh warga sekolah di lingkungan Al-Syukro bisa teredukasi dengan baik tentang pengetahuan kebencanaan. Dengan begitu, menurutnya, bencana yang mungkin terjadi bisa diminimalisir risiko dampaknya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada DMC Dompet Dhuafa yang sudah membersamai kami dari awal sampai akhir ini—sampai melakukan simulasi. Semoga ke depannya lebih baik lagi dan kita siap selamat dari bencana,” tutupnya.

Kawan Baik, bencana bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. Namun, kerugian dapat diminimalisir dengan respons yang tangguh, tepat, dan penuh persiapan. Dan pengetahuan adalah kunci menangkal risiko bencana tersebut. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)

Scroll to Top