Sukabumi—ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menanam 1.666 bibit pohon untuk memulihkan ekosistem kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaso, Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan penanaman tersebut merupakan bagian dari program Sedekah Pohon Konservasi DMC yang berkolaborasi bersama Yayasan Meramu Alam Nusantara. Kolaborasi ini dilakukan di sekitar kawasan DAS Cikaso, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (13/12/25) lalu.
Staf Lingkungan DMC, Lu’lu-u Azizah Akma menyatakan, penanaman ini ditujukan untuk memulihkan lahan-lahan kritis dan gundul di kawasan DAS Cikaso, yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi.

“DMC mengajak masyarakat setempat untuk turut serta memulihkan lahan-lahan gundul dan kritis di kawasan DAS ini. Karena sebelumya kawasan tersebut juga sempat mengalami banjir dan longsor yang parah. Sehingga penanaman pohon konservasi di sini sangat dibutuhkan, karena kawasan ini pun masih rentan bencana,” ujarnya.
Penanaman tersebut terbagi ke dua dusun yang pernah terdampak banjir dan longsor, yakni dusun Cilele dan Cibeber, Desa Sirnasari. Adapun pembagian bibitnya melibatkan Kelompok Tani Gemah Ripah dan Tanimukti dengan total 11 penerima manfaat bibit yang lahannya juga digunakan sebagai lokasi penanaman.
Lu’lu menambahkan, dalam penanaman tersebut, diterapkan skema agroforestri untuk memulihkan fungsi ekosistem penyangga kawasan DAS yang rusak akibat adanya alih fungsi lahan.
“Kami menerapkan skema agroforestri dengan kombinasi pala, cengkih, alpukat, dan durian. Tetapi masyarakat juga diperbolehkan menanam tanaman semusim di sela-sela jarak tanam sembari menunggu waktu panen pohon utama supaya roda perekonomian dari lahan masyarakat tetap berjalan,” imbuhnya.
Kolaborasi penanaman tersebut pun disambut dengan antusias oleh masyarakat. Sebab, bagi mereka program penanaman pohon konservasi DMC ini menjadi program yang pertama kali masuk di Desa Sirnasari.
Dengan penanaman ini, masyakarat juga mengaku sangat terbantu dalam mendiversifikasi lahan mereka dengan beragam jenis pohon.

Sementara itu, Lu’lu juga berharap agar penanaman ini dapat memberikan dampak baik bagi ekosistem kawasan DAS Cikaso, mensejahterakan penerima manfaat, serta menginspirasi masyarakat lainnya untuk turut serta menjaga ekosistem dengan melakukan penanaman serupa.
“Kami berharap ini menjadi win-win solution masyarakat, di mana dengan pendekatan agroforestri tersebut dapat memulihkan ekosistem kawasan DAS Cikaso, serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dari tanaman semusim yang mereka tanam di sela-sela tanaman utama. Selain itu, diharapkan penanaman ini juga jadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat yang belum tertarik menerapkan agroforestri di lahannya,” pungkas Lu’lu. (Shinta FN/DMC Dompet Dhuafa).


