Purwakarta—Terjadi bencana longsor dan pergerakan tanah di Kampung Cigintung dan Sukamulya, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (13/6/2025) lalu.
Bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem, lereng yang curam tanpa vegetasi yang memadai, serta sistem drainase yang buruk. Selain itu, wilayah terdampak diketahui memiliki tingkat potensi gerakan tanah kategori menengah.
Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta sebanyak 249 jiwa terdampak akibat bencana ini. Selain itu sebanyak 68 unit rumah mengalami kerusakan.
Sebanyak 81 kepala keluarga (KK) dengan total 249 jiwa terdampak langsung, dan saat ini mengungsi di beberapa lokasi.
Tercatat 28 KK atau 91 jiwa mengungsi ke rumah kerabat, sementara 53 KK atau 158 jiwa mengungsi ke GOR Desa Pasirmunjul. Luas area gerakan tanah yang terdampak diperkirakan mencapai 18.757 meter persegi.
Pada Kamis (18/6/2025), ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) dan Dompet Dhuafa Jawa Barat menyalurkan bantuan berupa 50 matras, 50 selimut, dan 20 terpal kepada para penyintas yang mengungsi.

Selain itu, sejak Minggu (15/6) lalu, DMC Dompet Dhuafa telah menyalurkan ragam bantuan untuk warga terdampak, seperti membuka layanan dapur umum untuk persediaan makanan sehari-hari para penyintas.

“Rencana aksi selanjutnya, Dompet Dhuafa Jabar akan melakukan pendirian tenda Pos Hangat untuk warga terdampak, asesmen layanan dukungan psikososial (PFA), serta pendirian dapur umum untuk warga yang terdampak dan mendukung relawan gabungan,” ujar Resda, tim kemanusiaan Dompet Dhuafa Jabar yang bertugas di lokasi.
Resda menambahkan, Dompet Dhuafa Jabar akan terus hadir untuk membantu proses pemulihan masyarakat terdampak secara berkelanjutan.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus mendukung upaya kemanusiaan ini demi meringankan beban saudara-saudara kita di Purwakarta,” terang Resda.
Kawan Baik, mari haturkan doa untuk keselamatan para penyintas dan relawan yang turut membantu. Semoga kondisi semakin aman dan terkendali. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)


