Kabupaten Donggala—Banjir bandang menerjang Desa Wombo dan Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Rabu (28/5/2025) lalu. Akibat bencana ini, belasan rumah warga rusak dan terendam banjir bercampur lumpur serta dua orang warga meninggal dunia setelah terseret arus banjir.
Dikutip dari Metrotvnews hujan deras yang mengguyur Desa Wombo mengakibatkan banjir. Air sungai meluap dan menerjang permukiman hingga menyebabkan sejumlah rumah warga rusak. Banjir yang bercampur lumpur dan material juga menutupi badan jalan serta merendam sekolah.
Akibat banjir, dua orang warga hilang setelah terseret arus. Sementara warga lainnya terpaksa mengungsi ke tempat yang aman sambil menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka.
Sementara itu, ID Humanity Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) dan para relawannya di Sulawesi Tengah turun membantu penanganan pasca-bencana tersebut.
Pada Minggu (1/6/2025), tim DMC mendirikan dapur umum untuk mengakomodir kebutuhan makan warga terdampak. Pasalnya rumah-rumah mereka yang diterjang banjir dan tertutup lumpur masih belum kondusif untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Dapur umum yang didirikan di Desa Wombo menyediakan makan siang dan makan malam untuk 270 penerima manfaat di sekitar dapur umum.
Menurut Syatir, koordinator lapangan dari DMC, penyaluran makanan siap saji juga dilakukan tim DMC ke dua titik, yaitu Desa Wombo dan Desa Wombo Kalonggo.
“Kami mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan makan warga terdampak di Desa Wombo. Kami juga mengantarkan langsung makan siang dan malam ke Desa Wombo Kalonggo. Sebagian warga di sana mengungsi di halaman depan masjid. Sementara di Desa Wombo baru semalam (1/6) didirikan tenda pengungsian. Ada sedikit yang bermalam di tenda, sebagian besar menginap di rumah keluarga terdekatnya,” kata Syatir.
Selain perbantuan makanan, tim DMC melakukan aksi bersih di lokasi terdampak banjir.
Syatir menjelaskan banjir bandang meninggalkan lumpur tebal yang menutup kawasan pemukiman. Banyak rumah tertutup lumpur sehingga warga masih belum bisa kembali ke kediamannya.
“Lumpur yang menutupi rumah-rumah setinggi paha orang dewasa. Kami melakukan aksi bersih rumah dari lumpur tebal itu. Sebagian rumah sekarang sudah bersih, dan sebagian lainnya masih tertutup lumpur,” lapor Syatir.

Berdasarkan asesmen yang dilakukan tim DMC, penyintas banjir bandang membutuhkan tersedianya perlengkapan bayi dan balita, air bersih, dan hygiene kit.
Saat ini bantuan dari DMC masih terus berlanjut sampai kondisi pasca-banjir bandang berangsur pulih.
Kawan Baik, mari kita berdoa untuk keselamatan penyintas terdampak banjir bandang di Kabupaten Donggala. Semoga kondisi sulit akibat bencana bisa dilewati dengan kuat. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Muhammad Afriza Adha/DMC Dompet Dhuafa)


