DMC Dompet Dhuafa Kenalkan Sikap Tanggap Bencana di MPLS SDN Pamulang

Tangerang Selatan—Meski di bawah terik matahari pagi, anak-anak yang duduk berjejer di lapangan sekolah tetap tampak bersemangat saat Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mulai mensosialisasikan sikap tanggap bencana. Beberapa dari mereka juga serempak mengacungkan tangan saat Tim DMC menanyakan jenis-jenis bencana.

Sosialisasi sikap tanggap bencana oleh ID Humanity Dompet Dhuafa melalui DMC ini merupakan bagian dari agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamulang Permai yang dilakukan pada Jumat (18/07/25). Kegiatan ini juga dilakukan dengan menggalang dana untuk Palestina yang disambut dengan antusias oleh para peserta didik.

Berkenaan dengan hal itu, Sumardi selaku guru SDN Pamulang Permai mengatakan, memberikan edukasi tentang sikap tanggap bencana kepada anak-anak merupakan suatu hal yang penting. Terlebih bencana dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.

“Dengan menjadikan sosialisasi ini masuk ke dalam agenda MPLS, itu karena menurut kami penting untuk membekali mereka pengetahuan tentang sikap tanggap bencana. Apalagi bencana seperti banjir, kebakaran, itu bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan mereka juga pastinya sangat rentan saat terjadi bencana,” ujarnya.

Adapun materi yang dipaparkan dalam sosialisasi tanggap bencana ini meliputi pengenalan tentang jenis-jenis bencana dan sikap yang tepat dalam menghadapi bencana yang juga dipaparkan dengan simulasi.

Dalam sesi paparan materi, Kepala Bagian Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, Ahmad Lukman menjelaskan kepada anak-anak akan pentingnya bersikap tetap tenang dan selalu mendengarkan arahan guru, orang tua, maupun orang dewasa lainnya saat menghadapi bencana.

Sementara itu, Staf Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, M. Syaiban juga turut memberikan simulasi secara langsung kepada anak-anak tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi bencana.

Saat sesi simulasi tersebut, peserta didik dilibatkan untuk mempraktikkannya dengan diiringi Lagu Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang dinyanyikan bersama. Hal itu pun memudahkan mereka dalam memahami dengan baik tentang sikap yang tepat saat menghadapi bencana.

Kegiatan sosialisasi kemudian diakhiri dengan antusiasme peserta didik dalam penggalangan dana untuk Palestina. Beberapa di antara mereka bahkan saling berlarian untuk ikut berdonasi dengan menyisihkan sebagian uang saku mereka.

Sebagaimana yang dilakukan Ilyas Darmawan, peserta didik kelas 6, mengatakan bahwa dengan ikut berdonasi untuk Palestina, ia sangat ingin menolong sesama. Ia juga mengaku bahwa uang tersebut merupakan uang yang ia sisihkan dari uang saku sekolahnya.

“Aku pengin ikut donasi untuk Palestina karena aku sangat ingin membantu sesama Muslim. Dan ini juga aku menyisihkan uang jajan aku biar bisa ikut donasi,” ucapnya dengan wajah sumringah.

Lebih lanjut, Sumardi berharap agar sosialisasi tanggap bencana dapat terus dilakukan setiap tahunnya agar peserta didik baru juga bisa mendapatkan edukasi tentang tanggap bencana.

“Alhamdulillah kita bisa melakukan kegiatan ini bersama DMC sehingga kita bisa membekali anak-anak untuk mengantisipasi ketika ada bencana, seandainya sampai betul terjadi di kehidupan mereka. Harapannya mudah-mudahan ini menjadi program yang rutin setiap tahun saat MPLS karena ada peserta didik baru yang juga perlu diedukasi tentang tanggap bencana,” pungkasnya.

Kawan baik, anak-anak yang masih dalam jenjang pendidikan sekolah dasar tentunya masih sangat rentan saat mereka harus menghadapi bencana. Selain itu, bencana pun dapat terjadi di mana saja, kapan saja dan menimpa siapa saja, sehingga membekali mereka dengan sikap tanggap bencana menjadi poin utama demi keselamatan mereka. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (Shinta Fitrotun Nihayah/DMC Dompet Dhuafa).

Scroll to Top