Belum Satu Tahun, Peristiwa Banjir Sudah Mencapai Ribuan Kejadian

Jakarta—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 1.298 bencana banjir yang terjadi di Indonesia per 9 November 2022. Jika membandingkan dua tahun lalu, bencana banjir menjadi bencana paling dominan yang terjadi di Indonesia. Pada tahun 2021, terdapat 1.794 kejadian bencana banjir. Kemudian pada tahun 2020 ada 1.518 bencana banjir.

Bencana hidrometeorologi merupakan bencana akibat aktivitas cuaca, seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin, dan kelembapan.

”Terjangan bencana hidrometeorologi basah akibat curah hujan tinggi diprakirakan melebihi rata-rata atau batas normal,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam apel Kesiapsiagaan Nasional Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2022/2023 di Buperta Cibubur, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (9/11/2022) sebagaimana diberitakan oleh Kompas.

Bulan lalu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati tetap mewanti-wanti semua pihak untuk bersiap menghadapi terjangan bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan tahunan 2023 yang diprakirakan melebihi rata-ratanya atau melebihi batas normalnya di sebagian wilayah Indonesia, dan bahkan juga tetap perlu waspada dan siaga terhadap peningkatan potensi kekeringan dan karhutla di beberapa wilayah rawan.

“Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait harus segera melakukan mitigasi dan langkah antisipatif terhadap potensi jumlah curah hujan tahunan 2023 yang diprediksi berpotensi melebihi rata-ratanya, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Semua perlu dalam kondisi siaga dan waspada,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati pada Senin (17/10/2022).

Berkenaan dengan kenyataan di atas Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa turut serta dalam apel kesiapsiagaan yang diselenggarakan oleh BPBD DKI Jakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah provinsi DKI Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan lembaga pegiat kemanusiaan lainnya.

”Apel kesiapsiagaan bencana dapat dijadikan momentum memperkuat kerja sama penanggulangan bencana antarinstitusi, mengkaji kemampuan peralatan, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam melaksanakan standar operasional prosedur,” tutur Muhadjir dalam Kompas (09/11/2022).

DMC Dompet Dhuafa mengajak masyarakat turut serta dalam gerakan Indonesia Siap Siaga. Sebuah gerakan bersama dalam membantu penyintas terdampak bencana di seluruh wilayah Indonesia dan di mancanegara.

“Indonesia Siap Siaga merupakan gerakan yang diusung DMC Dompet Dhuafa dalam menyediakan bantuan dan layanan tanggap darurat bagi penyintas terdampak bencana di seluruh wilayah Indonesia maupun di mancanegara,” terang Haryo Mojopahit melalui pesan singkat.

Masyarakat bisa gabung dalam gerakan Indonesia Siap Siaga, dengan mengunjungi laman berikut https://donasi.dompetdhuafa.org/indonesiasiapsiaga/. Mari wujudkan Indonesia Tangguh dan Tanggap Bencana. Saatnya Indonesia Berdaya Hadapi Bencana (AFP/ DMC Dompet Dhuafa).