Karena Bumi Cuma Satu: Penyebab Cuaca Panas yang Meningkat Sesaat Sebelum Turun Hujan

Ketika memasuki musim penghujan, hampir banyak daerah di Indonesia setiap hari turun hujan. Sebelum turun hujan tidak jarang cuaca menjadi lebih gerah atau panas. Hal ini merupakan siklus biologi yang berasal dari air laut dan air daratan.

Hujan mengalami proses penguapan membentuk uap air yang terangkat dan terbawa angin di atmosfer kemudian mengembun dan akhirnya jatuh kedaratan atau laut sebagai air hujan.

Sebagian air hujan yang turun ke permukaan akan diserap oleh tanaman, sebagian lainnya akan menguap kembali ke atmosfer dan selebihnya akan mengalir di permukaan tanah, meresap ke dalam tanah lalu masuk ke sungai dan mengalir menuju ke laut.

Secara sederhana proses terjadinya hujan bisa dibagi menjadi tiga tahapan yaitu evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.

Evaporasi

Proses ini merupakan penguapan air yang ada di permukaan bumi baik daratan atau perairan. Penguapan tersebut terjadi disebabkan oleh adanya suhu panas dari bumi. Uap air selanjutnya akan mengumpul menjadi awan. Ketika suhu semakin panas, maka semakin banyak air yang menguap.

Kondensasi

Urutan proses terjadinya hujan yang kedua yaitu kondensasi. Proses ini terjadi ketika evaporasi naik ke atmosfer kemudian mengembun. Proses ini menyebabkan terbentuk partikel es. Setelah itu partikel-partikel tersebut akan mendekat dan membentuk awan.

Presipitasi

Proses terakhir yaitu mencairnya butiran es di awan kemudian turun ke bumi. Awan yang sudah terlalu berat tidak lagi bisa menahan air, sehingga turunlah hujan.

Di samping itu penyebab lain yang bisa juga berpengaruh pada panas sebelum hujan, yaitu akibat efek rumah kaca. Ketika mendung menutupi langit, secara otomatis panas matahari tak bisa terpantulkan lagi hingga terjebak di Bumi.

Teori tersebut semakin kuat karena oleh komposisi awan yang ternyata sebagian besar terdiri dari udara biasa yang punya kandungan banyak polusi seperti karbon dioksida.

Polusi ini yang menjebak panas matahari, persis seperti yang diterangkan dalam teori efek rumah kaca yang membuat panas terperangkap dengan gas rumah kaca dalam atmosfer. Itulah penyebab dari gerah dan panas sebelum terjadinya hujan.

Kondisi topografi wilayah Indonesia yang merupakan daerah pegunungan, berlembah, banyak pantai merupakan faktor lokal yang dapat menambah beragamnya kondisi iklim di wilayah Indonesia, baik menurut ruang (wilayah) maupun waktu, yang menyebabkan wilayah Indonesia terbagi menjadi beberapa tipe zona musim.

Terkait kondisi tersebut, dalam penyampaian informasi prakiraan musim hujan dan panas disampaikan berbasis zona musim (ZOM). Zona musim yang saat ini digunakan merupakan hasil analisis data normal periode 1991-2020.

Dikutip dari BMKG, penentuan awal musim hujan, ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normal curah hujan periode 1991-2020.

Prakiraan Musim Hujan 2022/2023 pada 699 ZOM di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami Awal Musim Hujan 2022/2023 pada kisaran bulan September hingga November 2022 sebanyak 417 ZOM dari 699 ZOM.

Jika dibandingkan terhadap normal (periode 1991- 2020), Awal Musim Hujan 2022/2023 di sebagian besar daerah yaitu 326 ZOM diprakirakan maju, sedangkan wilayah lainnya diprakirakan sama terhadap normal sebanyak 124 ZOM dan mundur terhadap normal sebanyak 76 ZOM.

Kawan Baik, kita harus tetap waspada dan terus menjaga lingkungan, sehingga jangan sampai akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggungjawab mengakibatkan intensitas hujan yang dahsyat. Mari kita rapatkan barisan dan perkuat kapasitas dalam menghadapi bencana dan menjaga bumi pertiwi. Karena Bumi Cuman Satu, Mari Berdaya Hadapi Bencana. (AMR/DMC Dompet Dhuafa)