Komunitas atau Individu yang Berhasil Terapkan Urban Farming

Urban Farming tidak hanya hadir sebagai solusi bagi pemenuhan kebutuhan makanan sehari-hari, namun juga hadir untuk memberi dampak bagi lingkungan di perkotaan.

Berikut contoh kegiatan urban farming yang berhasil diterapkan komunitas atau individu di beberapa wilayah perkotaan :

 
Ayudia memilih memanfaatkan balkon rumahnya sebagai tempat berkebun karena tidak memiliki lahan yang luas. Dia fokus berkebun tepatnya menanam tanaman yang bisa dikonsumsi dan memanfaatkan alat-alat yang sudah ada seperti, botol dan gelas bekas.

Soraya membangun kebun di tengah kota di tahun 2016. Kebun Kumara namanya. Kebun ini bertujuan untuk mengajak masyarakat kota untuk berinteraksi dengan alam, menerapkan gaya hidup yang lebih lestari, dan membiasakan diri merawat lingkungan.

“Kita tidak bisa berharap orang itu akan merawat lingkungan kalau dia tidak menjalin hubungan intim dengan lingkungan itu. Buat masyarakat kota, salah satu pintu masuknya yang lebih intim itu bisa dengan berkebun,” jelas Sandra pada Podcast Sebumi in Motion.

Doni, seorang warga Bandung yang memanfaatkan lahan di sekitar tempat tinggal untuk dijadikan kebun hidroponik. Sejak bulan Oktober 2020 lalu, ia membuat green house berukuran 15×4 meter yang ditanami sayur-sayuran hidroponik seperti, kangkung, bayam dan pakcoy dengan konsep urban farming. Ada sekitar 526 netpot pipa sebagai media tanamnya. Semua tanamannya tumbuh subur dan berkali-kali panen meski dalam keterbatasan lahan.

Pesantren Tamirul Islam Solo, Jawa Tengah memanfaatkan lahan seadanya yang hanya berukuran 500 meter pesergi untuk ditanami Melon Inthanon, jenis melon dari Thailand. Awalnya banyak yang meragukan urban farming ini bisa menghasilkan melon yang berkualitas. Namun, tanaman ini menghasilkan Melon Inthanon berwarna cerah dengan rasa yang manis dan segar.

Depok Berkebun bertujuan untuk menyebarkan semangat positif untuk lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming, yaitu memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan yang diubah menjadi lahan pertanian atau perkebunan produktif yang dilakukan oleh peran masyarakat sekitar. Selain menanam sayur-sayuran hidroponik, Depok Berkebun mempunyai program pelatihan belajar dan merawat kebun bagi pemula.

Kawan Baik, kita harus menjaga lingkungan dengan memanfaatkan lahan sempit di rumah atau lahan atap (rooftop) apartemen dan perkantoran untuk mengembangkan urban farming. Mari rapatkan barisan dan perkuat kapasitas dalam menghadapi bencana dan menjaga bumi pertiwi. Karena Bumi Cuma Satu. Mari Berdaya Hadapi Bencana. AMR/DMC DOMPET DHUAFA